Pendidikan UIN Malang

Wisuda ke-80 UIN Malang, Rektor Bahas Pasar Global hingga Bonus Demografi

Sabtu, 04 Mei 2024 - 14:20 | 20.26k
Rektor UIN Malang Prof Zainuddin saat memberikan sambutan dalam Wisuda Ke 80 UIN Malang, Sabtu (4/5/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Rektor UIN Malang Prof Zainuddin saat memberikan sambutan dalam Wisuda Ke 80 UIN Malang, Sabtu (4/5/2024). (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang menggelar prosesi Wisuda ke 80 Periode 2 di Gedung Sport Center UIN Malang, Sabtu (4/5/2024). Ada 800 mahasiswa yang diwisuda pada hari itu.

Mereka terdiri dari 563 wisudawan jenjang S1, 217 wisudawan jenjang S2, 19 wisudawan jenjang S3, dan 1 wisudawan Pendidikan Profesi Dokter. Dari 800 wisudawan, 64 persen atau sebanyak 362 orang mendapatkan IPK kategori Cum Laude.

Ada banyak topik menarik yang disampaikan oleh Rektor UIN Malang, Prof Zainuddin pada moment tersebut. Diantaranya adalah mengenai persaingan pasar global yang terjadi di Indonesia dan juga potensi bonus demografi yang dimiliki oleh negara yang punya julukan Zamrud Khatulistiwa ini.

Rektor mengatakan, saat ini bangsa Indonesia tidak saja menghadapi masyarakat ekonomi Asia (Asian Economic Community), namun juga ekonomi global. Kondisi semacam ini, masalah sumber daya manusia (SDM) semakin memperoleh perhatian yang amat serius dari hampir seluruh dunia.

"Jika era millenium ke-3 dianggap sebagai puncak badai globalisasi yang menerpa kawasan Asia Tenggara, maka ekonomi global akan lebih kompleks dan menerpa seluruh belahan benua. Kondisi seperti ini tentu akan berpengaruh terhadap akselerasi perubahan di seluruh lini kehidupan manusia, seperti sosial, politik, ekonomi, budaya, geo-politik dan bahkan yang sangat mengerikan masalah climat change," ucapnya.

Wisuda-Ke-80-UIN-Malang-2.jpg

Pada era pasar global seperti saat ini, lanjut Rektor, Indonesia sudah dimasuki oleh lalu lalang perdagangan bebas. Tidak hanya pasar Asean, namun juga seluruh kawasan benua, termasuk juga adanya perguruan tinggi luar negeri yang sudah masuk ke beberapa kota besar di Indonesia.

Hal ini tentu memicu terjadinya persaingan yang amat sangat ketat. Menyadari akan kompleksitas tantangan tersebut, maka perlu dirumuskan hal-hal yang menyangkut SDM ke depan.

"Namun kita optimis, bahwa Indonesia memiliki Bonus Demografi, di mana jumlah anak kelompok usia 0-9 tahun mencapai 45,93 juta, sedangkan anak usia 10-19 tahun mencapai 43,55 juta jiwa," terangnya.

Kelak pada 2045, mereka yang usia 0-9 tahun akan berusia 35-45 tahun, sedangkan yang usia 10-20 tahun akan berusia 45-54. Pada usia-usia ini mereka akan memegang peran penting di kancah Indonesia.

"Mereka diharapkan menjadi generasi yang cerdas, produktif, inovatif, dan berperadaban unggul. Mereka akan menjadi generasi emas yang sekaligus juga menjadi pemimpin bangsa. Termasuk kalian semua para wisudawan," tuturnya.

Prof Zain melanjutkan, potensi kuantitas manusia Indonesia berada pada posisi ke-4 dalam daftar negara berpopulasi tertinggi, demikian pula potensi kekayaan alamnya. Lembaga Survey International Goldman Sach memprediksi, Indonesia akan berada dalam 10 besar negara dengan ekonomi termaju di tahun 2050 bersama China, India, dan masih di atas Jepang maupun Korea Selatan. Sementara itu Mc-Kinsey Global Institute (2012) melaporkan, bahwa tahun 2030 Indonesia akan menjadi ekonomi terbesar ke-7 di dunia.

"Suatu posisi yang optimistik, yang tentu saja mungkin tercapai bila Indonesia memiliki pemimpin dan sumber daya manusia yang berkualitas, termasuk sarjana-sarjana seperti yang ada di UIN Malang Ini," pungkas Rektor. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES