Pendidikan

Seminar di Unesa, Maxy Academy Dorong Minat Mahasiswa Geluti Dunia Wirausaha

Kamis, 09 Mei 2024 - 22:51 | 21.35k
Para pemateri dan peserta seminar bertema Business Model Canvas dan MBKM Mandiri di LPSP Lantai 9 Gedung LP3M Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (9/5/2024).(Foto: Dok.Unesa)
Para pemateri dan peserta seminar bertema Business Model Canvas dan MBKM Mandiri di LPSP Lantai 9 Gedung LP3M Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Kamis (9/5/2024).(Foto: Dok.Unesa)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Kesenjangan antara program studi yang dipelajari oleh mahasiswa kerap tidak selaras dengan kebutuhan dunia bisnis. Maka dari itu, sebuah perusahaan rintisan bidang Edu-Talent Technology, Maxy Academy menggelar seminar bertema Business Model Canvas dan MBKM Mandiri di LPSP Lantai 9 Gedung LP3M Universitas Negeri Surabaya (Unesa).

Seminar tersebut diikuti puluhan mahasiswa terpilih dari setiap prodi. Seminar ini bertujuan untuk membangkitkan minat mahasiswa dalam dunia bisnis.

Seminar diharapkan dapat menjadi jawaban dari salah satu keresahan yang dirasakan mahasiswa, serta menjadi titik awal bagi mereka yang hendak mempersiapkan diri untuk menghadapi masa magang.

Chief Executive Officer (CEO) Maxy Academy, Isaac Nugraha Munandar, menuturkan, kesenjangan antara program studi yang dipelajari dan kebutuhan lowongan kerja yang tidak selaras, menimbulkan kesulitan tersendiri, kendati tersedia banyak lowongan kerja yang dibuka oleh perusahaan setiap tahunnya.

"Hal ini menyebabkan mahasiswa, diharuskan untuk memiliki skill lain yang mendukung atau membuka lapangan kerja baru melalui kewirausahaan," ucapnya, Kamis (9/5/2024).

Dari sekian langkah Maxy Academy yang resmi menjadi mitra Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui program Kampus Merdeka Magang Studi Independen Bersertifikat (MSIB), sanbung Isaac, yakni memenuhi kesenjangan antara ilmu yang diterima di dunia perkuliahan dan kebutuhan dalam dunia kerja.

Karena itu, Maxy Academy menyediakan program upskilling, di mana mahasiswa dapat membekali dirinya dengan keahlian-keahlian yang mendukung kebutuhan dunia kerja seperti UI/UX, digital marketing, hingga programming.

"Selain itu, Maxy Academy juga bekerja sama dengan TBN Indonesia untuk mendukung mahasiswa yang memiliki minat kewirausahaan sosial, agar bisa mendapatkan kesempatan untuk mendapatkan funding untuk mengembangkan bisnis mereka," kata Isaac.

Langkah nyata Maxy Academy ini bahkan sudah dirasakan Syafa Nur Safitri, alumnus Unesa yang telah mendapatkan pekerjaan melalui program Bootcamp.

“Dulu rasanya sulit sekali untuk mendapatkan kerja, terutama di Prodi saya yakni D4 Desain Grafis UNESA. Persaingannya ketat sekali untuk menjadi seorang desainer grafis karena teman-teman yang lain lebih jago," kata Syafa.

"Tapi setelah mengikuti program Maxy Academy, saya baru sadar bahwa lapangan pekerjaan sekarang akan lebih terbuka, kalau kita mau membuka diri dan belajar lebih dalam terkait teknologi,” sambungnya.

Dalam seminar kali ini, juga diwarnai kejutan dari Unesa yang memberikan piagam penghargaan pada Maxy Academy sebagai bentuk bukti terjalinnya kerja sama untuk menyokong mahasiswa menuju masa depan yang terbaik, yakni Indonesia Emas 2045. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES