Pendidikan

UPI Kampus Tasikmalaya Dorong Metode Pembelajaran STEAM untuk Perkaya Pendidikan

Rabu, 15 Mei 2024 - 15:14 | 16.73k
Yuliana, mahasiswi PGSD UPI Tasikmalaya memberikan pembelajaran konsep STEAM pada siswa SD di Auditorium GCC, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (15/5/2024) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)
Yuliana, mahasiswi PGSD UPI Tasikmalaya memberikan pembelajaran konsep STEAM pada siswa SD di Auditorium GCC, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (15/5/2024) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, TASIKMALAYA – Dalam upaya memperkaya kurikulum pendidikan dengan perspektif global dan memajukan sumber daya manusia berkualitas, Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Kampus Tasikmalaya mengadakan seminar bertajuk 'International Conference and Innovation Hackathon, Building The Future with Science'.

Digelar pada Rabu (15/5/2024), seminar ini fokus pada metode pembelajaran STEAM yang menekankan kreativitas anak dalam memecahkan masalah terkait sains dan teknologi. STEAM adalah singkatan dari Science, Technology, Engineering, Art dan Math. 

PGSD-UPI-Tasikmalaya-2.jpgAgnestasia Ramadhani Putri, M.Pd, dosen PGSD UPI Tasikmalaya saat diwawancara TIMES Indonesia di Auditorium GCC, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, (15/5/2024) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Metode ini dikenal sebagai pendekatan pembelajaran abad 21 yang bertujuan untuk mengembangkan kognitif, psikomotor, dan afektif siswa.

Pendekatan ini semakin populer di kalangan pendidik karena kemampuannya dalam menghasilkan siswa yang kreatif dan inovatif dalam menghadapi tantangan teknis dan ilmiah.

Seminar yang diadakan di Gedung Creative Center (GCC) ini menarik ratusan peserta, termasuk kepala sekolah, guru dan mahasiswa.

Acara ini menghadirkan sejumlah akademisi terkemuka dari Universitas Teknologi Mara (UiTM) Malaysia, seperti Dr. Ahmad Zulfadhli Komarudin, Prof. Sharipah Ruzaiena Syed Aris, M.Ed, Ph.D, dan Dr. Hamimah Hashim.

Ketua pelaksana seminar, Agnestasia Ramadhani Putri, M.Pd, menjelaskan kepada TIMES Indonesia bahwa acara ini merupakan bagian dari Program Adjunct Professor yang digagas oleh Program Studi S1 PGSD Kampus Tasikmalaya. 

"Program ini dirancang untuk memperkaya kurikulum dengan perspektif global, membangun jaringan riset internasional, dan meningkatkan citra UPI di dunia akademis global," ungkap Agnes Rabu, (15/5/2024).

Menurut Agnes, keterlibatan profesor dan peneliti internasional dalam program ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang lebih inovatif dan mendukung perkembangan ide-ide baru dalam penelitian dan pengabdian masyarakat. 

"Secara keseluruhan, Program Adjunct Professor menjadi langkah penting bagi UPI, khususnya Program Studi S1 PGSD Kampus Tasikmalaya, untuk mendukung transformasi akademis dan membangun budaya penelitian yang unggul, sejalan dengan misi UPI untuk mencapai status World Class University," tambahnya.

Agnes juga menekankan bahwa seminar ini bertujuan untuk meningkatkan kolaborasi dengan dosen dari luar negeri, yang akan mempercepat kegiatan pendidikan, riset, pengabdian masyarakat, publikasi internasional, dan reputasi akademik UPI. 

"Membangun dan memperluas jejaring internasional melalui partisipasi Adjunct Professors membawa manfaat dalam bentuk kerjasama akademis, pertukaran pengetahuan, dan peluang mobilitas internasional bagi staf dan mahasiswa," jelasnya. 

PGSD-UPI-Tasikmalaya-3.jpgSejumlah kepala sekolah, guru dan mahasiswa antusias mengikuti seminar di GCC, Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu, (15/5/2024) (FOTO: Harniwan Obech/TIMES Indonesia)

Hal ini, lanjutnya, diharapkan menjadi faktor positif dalam pemeringkatan internasional universitas dan menarik perhatian akademisi serta peneliti terkemuka.

Sementara itu ditempatbyang sama salah satu peserta seminar, Budiman (38), Kepala Sekolah di SDN Sukamaju 2, Indihiang, Kota Tasikmalaya, menyebut bahwa materi dalam seminar ini sangat penting. 

"Penting sekali, materi seminar ini mengupas tentang pembelajaran berbasis tim yang dikembangkan di abad 21 dan seminar ini merupakan pengembangannya yang sangat bermanfaat bagi guru yang ada di Kota Tasikmalaya," ungkap Budiman.

Budiman berharap kegiatan ini dapat menjadi stimulus penting untuk menciptakan situasi kelas yang menyenangkan bagi para siswa, khususnya di sekolah dasar di Kota Tasikmalaya.

Melalui seminar ini, menurut Budiman, UPI Kampus Tasikmalaya telah menunjukkan sebuah innovasi  dalam mendukung transformasi akademis dan meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia dengan mengadopsi metode pembelajaran STEAM yang inovatif.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES