Pendidikan

Gelar Karya UKWMS Dinilai Sebagai Langkah Konkret Jalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi

Rabu, 15 Mei 2024 - 22:05 | 18.64k
Pameran dan bazar dalam event Gelar Karya di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)
Pameran dan bazar dalam event Gelar Karya di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS). (Foto: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Selaku Ketua Panitia, Yohanes Nugroho Widiyanto sebut Gelar Karya bertajuk 'Awakening The Civilization of Love' di Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya (UKWMS) merupakan langkah konkret dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

"Penelitian dan pengabdian masyarakat ini secara konkret kami lakukan melalui gelar karya," ujarnya saat ditemui TIMES Indonesia, Rabu (15/5/2024) di Widya Mandala Hall UKWMS Pakuwon City. 

Berbagai event seperti diseminasi penelitian, seminar dan workshop, pameran, bazar, hingga Tiktok challenge turut dihadirkan untuk menambah semarak kegiatan rutin tahunan tersebut. 

"Dengan adanya gelar karya, kolaborasi sinergis tersebut diharapkan terwujud suatu inovasi yang didukung oleh berbagai sumberdaya yang berinteraksi secara sinergis melalui jejaring pentahelix," kata Nugroho yang juga sebagai dosen FKIP. 

Dalam waktu yang sama, workshop dari Fakultas Keperawatan yang mengulas tentang cara perawatan dini luka akut dan kronis serta penanggulangannya, disambut antusias oleh pelajar di wilayah Surabaya. 

Ermalynda Sukmawati selaku narasumber dalam workshop tersebut menjelaskan pentingnya penanganan pada luka akut dan kronis.

Ermalynda-Sukmawati.jpg

"Jika dibiarkan saja maka akan mengakibatkan sepsis (komplikasi) terutama pasien penderita diabetes," ungkapnya. 

Luka kronis, menurut Erma, diderita selama lebih dari dua minggu. Untuk mengatasinya, pertama dilakukan pengkajian terkait ukuran luka, penyebab, lokasi, rasa yang diderita, warna, dan sebagainya. 

"Ketika sudah dikaji, kita dapat menentukan penanganan yang tepat untuk luka kronis tersebut. Jika lukanya menghitam, maka jaringannya sudah mati dan penanganannya harus tepat," jelasnya rinci. 

"Bisa juga lukanya menguning sampai kehijauan. Itu disebut infeksi, cara menanganinya harus membersihkan infeksinya dulu sampai hilang, baru memberikan balutan yang sesuai dengan anti microbanya, kemudian diberikan kasa lembab dan kering," imbuhnya. 

Erma yang sekaligus dosen di Fakultas Keperawatan UKWMS ini tidak mengindahkan untuk menyepelekan luka yang diderita. Pasalnya, jika sudah mencapai tahap kronis, maka dalam perawatannya harus didampingi tenaga medis. (*) 

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES