Pendidikan

UKT Melonjak, Alumni Connect PPI Dunia Beri Tips Ini untuk Calon Maba dan Orang Tua

Kamis, 16 Mei 2024 - 09:48 | 12.90k
Choirul Anam, PhD, Presidium Alumni Connect PPI Dunia
Choirul Anam, PhD, Presidium Alumni Connect PPI Dunia

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Biaya UKT (Uang Kuliah Tunggal) di semua perguruan tinggi naik tajam pada tahun ajaran baru ini. Banyak mahasiswa menjerit. Alumni Connect PPI Dunia pun memberikan solusi dalam upaya meningkatkan akses pendidikan dan membuka lebih banyak kesempatan bagi generasi muda.

Choirul Anam, PhD, Presidium Alumni Connect PPI Dunia, mengatakan, beasiswa adalah kunci untuk membuka kesempatan emas bagi banyak pemuda yang terkendala masalah finansial untuk melanjutkan pendidikan mereka.

“Informasi beasiswa banyak disampaikan melalui website resmi pemberi beasiswa atau kalender beasiswa yang dimiliki oleh PPI Dunia dapat menjadi tiket bagi banyak pemuda untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Anam. 

Dia juga menambahkan pentingnya mempersiapkan diri dengan informasi yang tepat untuk memanfaatkan peluang-peluang ini secara maksimal.

Anam, yang juga Koordinator PPI Dunia 2020-2021, mengingatkan bahwa semangat untuk berprestasi tinggi sangat penting. Menurutnya, kegagalan yang pernah dialaminya saat pertama kali mencoba masuk ke universitas di luar negeri menjadi pelajaran bahwa keberhasilan memerlukan lebih dari sekadar pengetahuan.

“Persiapan yang matang dan semangat yang tak kenal lelah adalah kunci sukses mendapatkan beasiswa. Jangan hanya mengandalkan keberuntungan,” tutur Anam yang juga ketua Kahmi Eropa ini. 

Dia menekankan bahwa pencarian beasiswa harus dilakukan dengan usaha yang terus-menerus dan tidak boleh menyerah.

"Pendidikan yang baik adalah dasar untuk membangun karakter yang kuat dan integritas yang tinggi, yang mana adalah fondasi dari pembangunan bangsa yang berkelanjutan untuk mewujudkan Indonesia Emas 2045” ucap Anam.

Selain itu, Alumni PhD Public Policy dari Charles University, Ceko ini berpesan bahwa meskipun penting untuk mendapatkan pengalaman internasional, generasi muda harus tetap berakar pada nilai-nilai budaya Indonesia.

"Ada opsi lain yang mungkin bisa ditempuh saat UKT di Indonesia mahal. Mencari informasi biaya kuliah di luar negeri yang cenderung lebih murah atau gratis namun lebih berkualitas. Saat sudah kuliah kita bisa mengajukan beasiswa pemerintah setempat Misalnya Jerman, Ceko, Rusia,.Tiongkok namun menggunakan bahasa pengantar bahasa setempat" ujar Anam memberika tips

Ini merupakan momentum yang penting di mana pemuda Indonesia diharapkan dapat mengambil peran aktif dalam memanfaatkan setiap kesempatan beasiswa yang tersedia. Dengan demikian, mereka tidak hanya memajukan diri sendiri tetapi juga membawa kemajuan untuk negara.

Pesan seperti ini menunjukkan komitmen kuat mereka dalam memberikan sumber daya dan dukungan bagi generasi muda. Pesan yang mereka sampaikan sangat jelas: pendidikan dan persiapan adalah kunci sukses dalam hidup, dan beasiswa adalah salah satu alat yang bisa membantu mencapai tujuan itu.

Alumni Connect PPI Dunia terus berupaya untuk menyediakan informasi dan bantuan bagi para pencari beasiswa di seluruh negeri. Melalui seminar, workshop, dan kegiatan lainnya, mereka berharap dapat terus menginspirasi dan memotivasi generasi muda Indonesia untuk mencapai impian dan aspirasi mereka melalui pendidikan yang berkualitas. 

Inisiatif ini bukan hanya tentang memberikan kesempatan belajar, tapi juga tentang membentuk masa depan bangsa melalui pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES