Pendidikan

Disdikbud Kota Malang Tak Larang Study Tour ke Luar Kota

Jumat, 17 Mei 2024 - 18:24 | 17.92k
Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana bersama Kadishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)
Kadisdikbud Kota Malang, Suwarjana bersama Kadishub Kota Malang, Widjaja Saleh Putra saat ditemui awak media. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Imbas adanya kecelakaan bus pariwisata yang membawa kelompok sekolah saat study tour di Subang, Jawa Barat, menjadi perhatian banyak publik.

Tak hanya itu, dengan adanya kejadian tersebut banyak evaluasi dilakukan, termasuk kajian soal kelayakan angkutan orang atau bus maupun soal study tour.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang, Suwarjana memastikan program study tour atau outingclass di sekolah-sekolah Kota Malang tetap berjalan.

Terlebih, study tour tersebut masuk dalam program kurikulum merdeka belajar yang harus dilaksanakan.

"Outingclass (study tour) boleh di dalam maupun luar kota. Menyesuaikan kemampuan dan tujuan outingclass. Kota Malang monggo (silakan), mau luar kota kami tidak melarang," ujar Suwarjana, Jumat (17/5/2024).

Meski tak ada larangan, Suwarjana mengingatkan kepada seluruh sekolah harus tetap berhati hati memilih transportasi yang akan digunakan. Terlebih, sekolah juga harus mengantongi izin dari Disdikbud Kota Malang dan harus memberikan pemberitahuan secara detail.

"Ketentuannya harus sesuai dengan aturan kelayakan, sopir juga usia harus diperhitungkan apalagi jarak jauh," ungkapnya.

Tak hanya itu, sekolah juga harus memperhatikan tentang uji kelayakan kendaraan hingga panitia penyelenggara yang harus benar-benar bisa dipercaya.

"Pemberangkatan nanti juga akan didampingi dari Dishub (Dinas Perhubungan). Kalau tidak layak (kendaraan) ya akan dilarang," tegasnya.

Saat ditanya soal bagaimana sekolah dan wali murid setelah adanya peristiwa kecelakaan tersebut, Suwarjana menuturkan bahwa tak ada komplain ataupun ketakutan.

"Gak ada di Kota Malang, karena kendaraan yang dipakai layak semua. Cuma bagaimanapun juga kejadian itu mengingatkan kita untuk hati-hati," tuturnya.

Dia juga tak memberikan rekomendasi. Setiap sekolah, menurut Suwarjana, punya kebutuhan masing-masing soal tujuan study tour. "Contoh kalau mereka harus mengkaji sebuah sejarah, kan ada lokal dan nasional, kalau nasional di kita gak ada, ya harus ke luar kota. Sesuai dengan tujuan dan tema," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES