Pendidikan

Kolaborasi Duta Digital dan Pelajar SMK Ciptakan Smart Village

Jumat, 17 Mei 2024 - 20:07 | 29.52k
Sejumlah siswa program magang diterjunkan di Desa Bae Kudus untuk membangun smart village. (FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)
Sejumlah siswa program magang diterjunkan di Desa Bae Kudus untuk membangun smart village. (FOTO: Ihza Fajar Azhari/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, KUDUS – Sejumlah pemuda kreatif dari Kabupaten Kudus membuat inovasi dengan menciptakan desa cerdas (smart village) bersama siswa dari SMK NU Ma'arif Kudus dan SMK Bhakti Kudus untuk mengelola sistem informasi desa.

Smart Village adalah program dari kementerian desa untuk menunjang desa lebih berdaya saing dalam segala aspek melalui digitalisasi yang diterapkan di desa.

Dalam mencapai tujuan desa cerdas di kabupaten Kudus, tentunya harus melibatkan beberapa sektor dan pihak terkait. Salah satunya Dinas PMD, Dinas Arpusda, Dinas Kominfo dan dinas lainnya. Selain itu, juga bekerja sama dengan pihak swasta atau bisa dengan perguruan tinggi maupun sekolah.

Koordinator Program Desa Cerdas Kemendesa Kabupaten Kudus, M Yusrul Niam Aulamuna mengatakan manfaat dari smart village ini ialah membentuk masyarakat cerdas dengan paham informasi, tata kelola pemerintahan yang cerdas melalui digital.

"Jadi mereka bisa menerapkan dari yang awalnya pelayanan pemerintahan yang konvensional atau manual bisa berubah jadi modern dengan tinggal klik lewat gawai atau web bisa ngurus surat yang dibutuhkan dari desa," ujarnya saat ditemui, Jumat (17/5/2024).

Lebih lanjut, Niam menyebut dampak lain yang akan diterima yakni kemajuan ekonomi menjadi kuat, karena masyarakatnya yang cerdas akhirnya menunjang SDM (sumber daya manusia)  dan perekonomian.

"Dalam hal ini, kami melatih siswa dengan pelatihan digital marketing, pelatihan pengelolaan marketplace, pelatihan canva dan editing sebagai sarana meningkatkan ekonomi masyarakat desa," jelasnya.

Sedangkan, untuk target Smart Village ini ditunjukkan kepada pemerintah desa dan masyarakat desa untuk sadar digitalasi atau melek informasi.

"Hal ini didasari karena sampai sekarang banyak informasi yang sulit tersampaikan ke warga pelosok desa. Sehingga masyarakat dituntut sadar digitalisasi, entah dalam bentuk menggunakan aplikasi maupun web dalam gawai atau lainnya," paparnya.

Niam menjabarkan kerja sama yang telah dilaluinya bersama dinas ialah membuat duta digital progam desa cerdas Kudus dengan berkerja sama dengan dinas Arpusda Kudus untuk penciptaan kesadaran literasi digital di desa.

Bekerja sama dengan Diskominfo Kudus untuk memfasilitasi web desa dan juga bekerja sama dengan SMK untuk pengadaan siswa magang dimulai dari beberapa desa kecamatan Bae dengan harapan akan merata se Kabupaten Kudus.

"Point penerjunan siswa ke desa adalah desa dapat terbantu dengan adanya tambahan SDM yang fresh dan siswa dapat belajar dari lapangan (desa), Untuk menciptakan desa cerdas salah satunya Desa wajib mempunyai sosial media," katanya.

"Mendorong segala aktifitas desa bisa terpublikasi. Kita menerjunkan sekolah ke desa yang ada di kecamatan Bae yaitu dari SMK Bhakti Kudus dan SMK NU Ma'arif Kudus," lanjutnya.

Niam menyebut progam desa cerdas dari kementrian desa ini memiliki indikasi pencapaian 6 pilar yaitu ekonomi cerdas, masyarakat cerdas, tata kelola cerdas, kehidupan cerdas, mobilitas cerdas dan lingkungan cerdas.

"Terakhir dari kecamatan melalui Camat Bae dapat menerima dengan baik dan mengapresiasi progam magang siswa ini dan mendukung penuh untuk membantu kinerja pemdes (pemerintah desa) lebih optimal," tandasnya.

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Irfan Anshori
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES