Pendidikan

Hamassa Lillah, Pengabdian ala Santri Al Hikam Malang Disambut Jempol Bupati

Jumat, 17 Mei 2024 - 21:21 | 26.03k
Santri dan pengasuh Pesma Al Hikam Malang bersama Bupati Malang HM. Sanusi. (Foto: Al Hikam for TIMES Indonesia)
Santri dan pengasuh Pesma Al Hikam Malang bersama Bupati Malang HM. Sanusi. (Foto: Al Hikam for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Para santri putra dan putri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang dengan penuh semangat mempresentasikan program pengabdian "Hamassa Lillah" kepada Bupati Malang, H. Sanusi. Acara ini berlangsung di Ruang Kantor Bupati Malang.

Turut hadir dalam pertemuan ini Kabag Bakesbangpol dan Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Malang. Dari Al Hikam, selain santri juga hadir Gus Edy Hayatullah, M.M., Ustadz Dr. Febri Taufiqurrahman, M.Hum., dan Ustadz Mansur Fauzi, M.Pd.I.

"Hamassa Lillah", yang berarti "semangat untuk Allah", adalah inisiatif dari santri Al-Hikam Malang angkatan Sanskara Al-Fatih 30. Program ini untuk meningkatkan semangat pengabdian santri dalam kontribusi nyata bagi masyarakat. Kegiatan dalam program ini mencakup aspek sosial, pendidikan, dan lingkungan, serta berfokus pada pemberdayaan masyarakat desa.

Dalam pertemuan tersebut, Drs. H. Sanusi, M.M., Bupati Malang, menyampaikan apresiasinya terhadap ide-ide kreatif para santri. "Saya sangat terkesan dengan semangat dan inisiatif para santri Al-Hikam Malang. Program 'Hamassa Lillah' ini sejalan dengan visi kami untuk membangun Kabupaten Malang yang lebih berdaya dan sejahtera," ujar Sanusi.

Gus Edy, wakil Kepala Bidang Kesejahteraan Pesantren Al-Hikam Malang, menambahkan bahwa program ini akan memberikan manfaat luas bagi masyarakat desa di Bantur, Kabupaten Malang.

"Dengan adanya pengabdian ini, kami berharap dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang telah dirancang oleh para santri," kata Gus Edy.

Ustaz Febri, Wakil Kepala Bidang Kesantrian, menjelaskan pentingnya peran santri dalam kehidupan sosial. "Santri tidak hanya fokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga harus menjadi agen perubahan positif di masyarakat sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing," ujar Febri.

Ustaz Mansur, Wakil Kepala Bidang Dirosah, menekankan bahwa program ini juga merupakan bagian dari upaya pendidikan untuk para santri di Al-Hikam Malang. "Kami ingin membentuk santri yang tidak hanya cerdas dalam ilmu agama, tetapi juga memiliki kepedulian sosial yang tinggi sehingga siap untuk menjalani kehidupan di masyarakat," kata Mansur.

M.A. Qoyyum Muliara, santri sulung yang juga Ketua Pengabdian kepada Masyarakat Al-Hikam Malang, menjelaskan bahwa semangat para santri dalam menjalankan program ini sangat tinggi. "Kami, para santri, berkomitmen untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat. Insyaallah, dengan program 'Hamassa Lillah' kami berharap dapat memberikan manfaat yang sebesar-besarnya kepada masyarakat," ujar Qoyyum.

Ada tiga lokasi pengabdian, yaitu Masjid Baitul Mukminan dan Masjid Jami’ul Khoirat di Desa Wonorejo, serta Pondok Pesantren Mambaul Ulum di Desa Bantur, Kabupaten Malang.

Pihak pesantren berharap bahwa dukungan dari Pemerintah Kabupaten Malang akan memperkuat pelaksanaan program ini. Dengan semangat "Hamassa Lillah", santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang berkomitmen untuk terus berkontribusi bagi kemajuan Kabupaten Malang melalui aksi nyata yang berlandaskan nilai-nilai keislaman dan kepedulian sosial, sesuai dengan tiga motto Pesma Al-Hikam Malang: Amaliah Agama, Prestasi Ilmiah, dan Kesiapan Hidup. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Deasy Mayasari
Publisher : Rifky Rezfany

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES