Pendidikan

93 Siswa SMA Nurul Jadid Paiton Ikuti Ujian HSK Bertaraf Internasional

Senin, 20 Mei 2024 - 11:13 | 66.90k
Puluhan siswa SMA Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo ikuti ujian bertaraf Intetnasional. (FOTO: Zulkifli for TIMES Indonesia)
Puluhan siswa SMA Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo ikuti ujian bertaraf Intetnasional. (FOTO: Zulkifli for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PROBOLINGGO – Sebanyak 93 siswa dan siswi Sekolah Menengah Atas (SMA) Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jatim, mengikuti ujian kemampuan bahasa Tionghoa atau Hanyu Shuiping Kaoshi (HSK) yang bertaraf internasional, Minggu (19/5/2024).

Ujian tersebut digelar secara daring di Ponpes Nurul Jadid itu bekerja sama dengan Confucius Institute. Puluhan peserta itu berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Peserta yang paling jauh berasal dari Kalimantan dan Makassar.

HSK adalah ujian standarisasi dari Republik Rakyat Tiongkok yang mengukur kemahiran berbahasa bagi penutur asing. Di SMA Nurul Jadid, selain menggelar ujian HSK (kemampuan menulis dan mendengarkan), juga diselenggarakan HSKK (kemampuan berbicara/berkomunikasi).

SMA-Nurul-Jadid-Paiton-2.jpg

Ujian HSK dan HSKK digelar dalam lima sesi berbeda, sesuai dengan level yang diikuti para peserta, mulai dari HSK level 1 hingga 6 dan HSKK level 7 hingga 9.

Salah seorang peserta HSK asal Surabaya, Agnes Gracia Matulesi, mengaku telah mempersiapkan diri selama 45 hari untuk mengikuti ujian HSK level 5. 

"Alasan mengikuti HSK adalah untuk mendapatkan jenjang karir yang lebih bagus di kemudian hari. Kedepan saya ingin membesarkan usaha yang saya rintis di Lombok, yakni les-lesan bahasa Mandarin," ujar Agnes.

Sementara itu, siswi SMA Nurul Jadid, Paiton, Nabila Lutfi Alfia, merasa sangat terbantu dengan digelarnya HSK di sekolahnya. Ia menyatakan bahwa ujian ini mempermudah siswa yang ingin melanjutkan pendidikan di Tiongkok. 

"Tantangan ketika belajar bahasa Mandarin memang susah, karena sangat berbeda dengan bahasa ibu kita, dari cara pelafalannya saja sudah beda arti. Tapi karena ada sesuatu yang memotivasi saya, jadi tetap semangat mempelajari bahasa Mandarin," katanya.

Wakil Kepala Bagian Kesiswaan SMA Nurul Jadid, Paiton, Slamet Santoso, mengatakan bahwa ujian HSK awalnya digelar untuk kebutuhan siswa. Namun, dari tahun ke tahun, minat peserta dari luar sekolah juga meningkat. Tidak hanya dari dalam provinsi, peserta juga datang dari luar provinsi.

"Kita mendapatkan lisensinya dari Confucius Institute pada 2017, dan melaksanakan HSK pertama kali pada 2018. Sampai sekarang, sudah ke-16 kalinya kita melaksanakan HSK dengan total peserta mencapai 670, dan digelar secara online," jelas Slamet.

Ia menyampaikan bahwa ujian HSK sengaja diadakan sebagai bekal siswa dalam menghadapi dunia politik, sosial, dan pergeseran kekuasaan pada era mendatang. Melalui ujian HSK tersebut, ratusan siswa SMA Nurul Jadid telah mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan studi di universitas-universitas di Tiongkok.

Selain itu, sejumlah siswa Nurul Jadid, Paiton, Kabupaten Probolinggo, yang telah lulus dari universitas di Tiongkok banyak yang mendapatkan kontrak kerja dari berbagai perusahaan di Indonesia. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ryan Haryanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES