Pendidikan

Menarik! Dosen UB Ciptakan AI untuk Membuat Desain Batik

Jumat, 24 Mei 2024 - 17:34 | 21.72k
Desain batik model logo Universitas Brawijaya yang dibuat dengan Generatif AI yang dikembangkan oleh para dosen UB. (Foto: Istimewa)
Desain batik model logo Universitas Brawijaya yang dibuat dengan Generatif AI yang dikembangkan oleh para dosen UB. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Sebuah temuan hasil riset yang menarik berhasil diciptakan oleh para dosen Universitas Brawijaya (UB). Mereka berhasil menciptakan kecerdasan buatan generatif (Generative AI) yang memungkinkan pengguna untuk menghasilkan desain batik sesuai dengan keinginan mereka.

Penelitian ini dilakukan di Laboratorium Sistem Cerdas, Fakultas Ilmu Komputer (Filkom) UB. Penelitian dipimpin oleh Dr Eng Novanto Yudistira, SKom, MSc. Tim peneliti juga melibatkan Dr Eng Irawati Nurmala Sari, SKom, MSc, dari Filkom, serta dibantu oleh beberapa anggota dari Fakultas Ilmu Budaya (FIB) UB. Tak hanya itu, juga ada beberapa mahasiswa yang dilibatkan dalam penelitian ini.

Novanto menerangkan, penelitian ini dimulai dengan proses pengumpulan pada tahun 2022. Proses riset generative AI dilaksanakan pada tahun 2023. Tim peneliti mengumpulkan dan menganalisis dataset yang berisi berbagai motif batik tradisional dari seluruh nusantara. Model AI generatif dilatih menggunakan dataset ini untuk mengenali dan memahami pola, warna, dan elemen khas dari berbagai corak batik tradisional.

"Sistem ini menggunakan teknologi "prompt to batik," di mana pengguna dapat memberikan deskripsi tekstual mengenai corak batik yang diinginkan. "AI generatif akan secara otomatis menghasilkan desain batik yang sesuai dengan deskripsi tersebut," tuturnya.

Proses pelatihan model dilakukan di server UB Tesla A100 AI Center, yang menyediakan kapasitas komputasi tinggi yang diperlukan untuk melatih model AI generatif. Sementara itu, server FILKOM UB digunakan untuk proses inferensi, di mana pengguna dapat memberikan prompt dan menerima desain batik yang dihasilkan oleh sistem.

“Pengguna dapat memberikan prompt yang spesifik, seperti batik dengan motif parang berwarna biru dengan sentuhan modern, dan sistem AI generatif akan menghasilkan desain yang sesuai dengan deskripsi tersebut," ujarnya

Menurut Yudis, teknologi ini berpotensi untuk memperkaya dan melestarikan budaya batik Indonesia melalui inovasi digital. Selain itu, teknologi ini juga apat. digunakan sebagai alat bagi desainer dan industri batik untuk menciptakan kreasi baru dengan lebih efisien dan terarah.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem ini mampu menghasilkan desain batik yang tidak hanya mempertahankan keaslian dan keindahan motif tradisional nusantara, tetapi juga dapat disesuaikan dengan preferensi dan kreativitas individu pengguna,” imbuhnya.

Penggunaan AI generatif dalam penelitian ini menunjukkan kemampuan yang tinggi dalam menghasilkan variasi desain yang unik dan sesuai permintaan, menjadikan proses pembuatan batik lebih dinamis dan adaptif terhadap tren dan kebutuhan pasar.

Selain itu, teknologi yang dikembangkan UB ini membuka peluang bagi eksplorasi kreatif yang lebih luas dalam seni batik, memungkinkan penciptaan motif-motif baru yang tetap berakar pada tradisi namun mampu menjawab tuntutan estetika modern. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Hendarmono Al Sidarto
Publisher : Lucky Setyo Hendrawan

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES