Pendidikan

STKIP PGRI Pacitan Berkomitmen Lestarikan Budaya Lokal, Ini Langkah yang Ditempuh

Minggu, 26 Mei 2024 - 17:40 | 25.66k
Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr Mukodi saat menegaskan komitmen kampusnya melestarikan budaya lokal Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)
Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr Mukodi saat menegaskan komitmen kampusnya melestarikan budaya lokal Pacitan. (FOTO: Yusuf Arifai/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITANSTKIP PGRI Pacitan berkomitmen untuk terus melestarikan budaya lokal di tengah gempuran modernisasi dan era digital.

Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya seminar bertajuk "Melestarikan Budaya Lokal Pacitan di Era Modern: Tantangan dan Peluang Bagi Generasi Muda" pada Minggu (26/5/2024).

Seminar yang berlangsung di Aula STKIP PGRI Pacitan ini menghadirkan narasumber ahli di bidang budaya Jawa, yaitu Wahyu Dwi Rakasiwi, S.Pd., C.Ps. Dalam paparannya, Rakasiwi menyampaikan bahwa budaya lokal Pacitan memiliki kekayaan dan keunikan yang perlu dilestarikan.

Rakasiwi memaparkan bahwa budaya lokal Pacitan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan dilestarikan. Ia mengajak generasi muda untuk bangga dengan budaya mereka sendiri.

"Budaya lokal Pacitan memiliki potensi yang besar untuk dikembangkan dan dilestarikan. Kita sebagai generasi muda harus bangga dengan budaya kita sendiri," ujar Rakasiwi.

Rakasiwi menjelaskan bahwa era modern dan digital membawa tantangan tersendiri bagi pelestarian budaya lokal. Menurutnya, generasi muda saat ini lebih terpapar dengan budaya global daripada budaya lokal.

"Tantangan utama dalam pelestarian budaya lokal adalah bagaimana menarik minat generasi muda untuk mempelajari dan melestarikannya. Kita harus kreatif dan inovatif dalam mengemas budaya lokal agar menarik bagi generasi muda," tuturnya.

Di sisi lain, Rakasiwi juga mengemukakan beberapa peluang untuk melestarikan budaya lokal Pacitan di era modern. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan teknologi digital.

"Teknologi digital dapat menjadi alat yang ampuh untuk melestarikan budaya lokal. Kita dapat memanfaatkan media sosial untuk mempromosikan budaya lokal kepada generasi muda," jelasnya.

Sementara itu, Ketua STKIP PGRI Pacitan, Dr Mukodi, menegaskan komitmen kampusnya dalam melestarikan budaya lokal. 

"Melestarikan budaya Jawa tentu dalam bingkai untuk mewujudkan visi misi kepribadian dalam konteks ini perlu menjadi penekanan bahwa dengan melestarikan kebudayaan lokal, kebudayaan Pacitan. Itu berdampak yang signifikan untuk meningkatkan kohesitas kebudayaan. Indonesia itu sendiri," katanya.

Mukodi berharap kegiatan seperti seminar ini dapat menjadi semangat kaum muda, khususnya para mahasiswa untuk senantiasa meningkatkan kualitas kapasitas dalam berbudaya dan menumbuhkembangkan kebudayaan yang ada.

"Poin terpenting lainnya. Yang harus dipahami bahwa tantangan saat ini era revolusi industri 5.0 budaya lokal penting untuk diperhatikan eksistensinya," pungkas Mukodi.

STKIP PGRI Pacitan berkomitmen untuk terus menyelenggarakan kegiatan-kegiatan yang bertujuan untuk melestarikan budaya lokal Pacitan. Kampus ini berharap agar generasi muda dapat lebih mengenal dan mencintai budaya lokalnya sendiri. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ronny Wicaksono
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES