Pendidikan

Pusat Pengembangan Bahasa Libatkan Mahasiswa dalam Upaya Perkaya Kosakata

Selasa, 28 Mei 2024 - 08:28 | 17.25k
Pembukaan Konsinyasi IV Inventarisasi Kosakata dan Pembekalan III Editor KBBI (FOTO: Afifah Fitri Wahyuningtyas/TIMES Indonesia)
Pembukaan Konsinyasi IV Inventarisasi Kosakata dan Pembekalan III Editor KBBI (FOTO: Afifah Fitri Wahyuningtyas/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Pusat Pengambangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra mengadakan Konsinyasi IV Inventarisasi Kosakata dan Pembekalan III Editor KBBI di Savana Hotel & Convention Malang. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada tanggal 27 hingga 31 Mei 2024.

Konsinyasi dan pembekalan ini merupakan upaya Pusat Pengambangan dan Pelindungan Bahasa dan Sastra mencapai target Kemendikbudristek untuk menambahkan 200.000 entri dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) pada tahun 2024. Target tersebut direncanakan bakal selesai pada bulan Oktober.

Pembekalan sebelumnya telah dilaksanakan di Jakarta dan Yogyakarta. Malang menjadi lokasi terakhir rangkaian kegiatan yang melibatkan mahasiswa. Kegiatan ini melibatkan 60 mahasiswa dari 6 perguruan tinggi di Jawa Timur, antara lain Universitas Negeri Malang (UM), Universitas Brawijaya (UB), Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Universitas Negeri Surabaya (UNESA), Universitas Airlangga (Unair), dan Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UINSA).

Ketua Redaksi Pelaksana KBBI, Dr. Dewi Puspita dalam sambutannya menerangkan peran mahasiswa dalam kegiatan ini. “Mahasiswa dilibatkan untuk menjadi kontributor kosakata baru yang belum ada di KBBI,” ungkapnya pada pembukaan acara, Senin (27/5/2024).

Dr. Dewi melanjutkan, dalam kegiatan ini mahasiswa akan diajari cara mendefinisikan, mencari data, menjaring data, dan diperkenalkan cara menggunakan aplikasi KBBI.

Nantinya, tiap mahasiswa akan mengusulkan 50 entri sehingga tiap universitas yang diwakili 10 mahasiswa akan mengusulkan 500 entri. Dengan begitu, jumlah entri dalam satu konsinyasi diharapkan dapat menghasilkan 3000 entri dari 6 perguruan tinggi yang terlibat.

Selama mahasiswa mendapat pembekalan, tim editor dan redaktur akan menyunting entri kata tersebut sehingga diharapkan target dapat tercapai.

Sejauh ini, terhitung sudah ada 12 ribu entri dengan status tervalidasi.

Imam Budi Utomo, Kepala Pusat Pengembangan dan Perlindungan Bahasa dan Sastra, menyampaikan bahwa entri di KBBI saat ini baru ada 120.562 entri. “Kekurangan (masih) 79.438 entri,” lanjutnya. Meski begitu, angka tersebut lebih tinggi dibanding tahun sebelumnya yang hanya menyentuh 2.300 sampai 2.500 entri.

“Tahun 2024 ini kita melakukan sprint yang luar biasa,” kata Imam. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES