Pendidikan UIN Malang

Gubes UGM Bagikan Tips Menulis Artikel Ilmiah yang Bagus di UIN Malang

Jumat, 31 Mei 2024 - 19:10 | 14.92k
Prof Irwan Abdulloh saat menjadi pemateri dalam workshop yang digelar di UIN Malang, Jumat (31/5/2024). (Foto: Humas UIN Malang)
Prof Irwan Abdulloh saat menjadi pemateri dalam workshop yang digelar di UIN Malang, Jumat (31/5/2024). (Foto: Humas UIN Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Ada beberapa tips agar seseorang bisa membuat sebuah artikel ilmiah yang bagus. Hal itu disampaikan oleh Guru Besar Antropologi Universitas Gadjah Mada, Prof. Irwan Abdullah saat menjadi pemateri dalam acara Workshop Academic Writing di UIN Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Malang), Jumat (31/5/2024).

Pria yang kini telah memiliki 67 artikel jurnal ilmiah yang terindeks Scopus, itu menerangkan, untuk bisa membuat sebuah artikel ilmiah yang bagus, seseorang bisa menerapkan Rumus PREC Saat Menulis.

P berarti point. Artinya , seseorang yang akan menulis artikel ilmiah harus tahu dulu ide utama yang ingin disampaikan oleh penulis terkait tema yang diambil. "Point ini harus brief dan merepresentasikan hal-hal yang ingin digarisbawahi oleh penulis terkait topik yang dibahas," ucapnya.

Kedua, R singakatan dari reasons. Seorang penulis harus bisa menjabarkan alasan kenapa mengambil tema tersebut. Di bagian ini, penulis dapat menghadirkan referensi teori yang digunakan atau terkait dengan topik yang dibahas. “Dengan adanya teori atau referensi yang relevan, statemen yang kita kemukakan di P menjadi semakin kuat,” imbuhnya

Ketiga, E berarti evidences atau bukti. Untuk semakin memperkuat statemen dan teori, maka penulis perlu menjabarkan contoh-contoh yang nyata terjadi.

“Contoh kalau kita membahas ketimpangan sosial di kalangan remaja saat ini, maka jadikan beragam berita yang memuat kasus anak durhaka pada orang tua atau guru,” papar pemilik IA Scholar Foundation tersebut.

Terakhir, untuk meringkas statemen dan referensi serta makin menegaskan opini penulis, maka suatu paragraf harus ditutup dengan C, singkatan dari conclusion atau  kesimpulan.

Dengan menerapkan keempat elemen PREC ini, tulisan akan tersusun secara sistematis mengikuti kaidah penulisan artikel ilmiah. “Penulis enak bacanya, mudah dipahami. Editor jurnal pun tidak akan mau menolak tulisan kita,” ujar Prof. Irwan.

Ia juga menambahkan bahwa muatan artikel tidak perlu terlalu banyak. Konten yang dicantumkan hanya yang diperlukan saja. bagian yang tidak terlalu penting sebaiknya dibuang. Tak hanya itu, Prof. Irwan juga menyatakan, untuk mengetahui kebaharuan artikel hasil penelitian kita, maka ada baiknya kita mencari tema serupa terlebih dahulu. Agar kita tahu, apa yang harus ditambahkan dalam penelitian kita dan menjadikannya unik.

Acara workshop ini digelar oleh Pusat Studi Penelitian yang berada di bawah naungan Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Malang untuk membekali para dosen yang menjadi penerima dana penelitian tahun anggaran 2024. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES