Pendidikan

Ajak Generasi Muda Lebih Dekat dengan Pertanian, Kementan Gelar Open Day

Jumat, 07 Juni 2024 - 17:18 | 12.22k
Open Day yang digelar Polbangtan Malang di bawah koordinasi BPPSDMP Kementan di Pacitan. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)
Open Day yang digelar Polbangtan Malang di bawah koordinasi BPPSDMP Kementan di Pacitan. (Foto: Polbangtan Malang for TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, PACITAN – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP) menggelar kegiatan Open Day di SMKN Pringkuku, Pacitan, Kamis (6/6/2024). Acara ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan minat pelajar terhadap sektor pertanian guna menciptakan generasi petani muda di seluruh Indonesia dan mencapai swasembada pangan.

Open Day yang diadakan ini merupakan bagian dari upaya mendorong dan mendukung regenerasi pertanian di Pacitan di bawah koordinasi Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) sebagai Provincial Project Implementation Unit (PPIU) Program YESS di Provinsi Jawa Timur.

Kegiatan ini sejalan dengan arahan Menteri Pertanian (Mentan), Andi Amran Sulaiman, yang terus mendorong generasi muda untuk berperan aktif dan proaktif dalam memajukan pertanian Indonesia.

“Indonesia, khususnya sektor pertanian, sangat membutuhkan ide-ide baru yang segar dan kreatif dari anak muda agar produk-produk pertanian semakin bernilai tambah dan berdaya saing di pasar global,” kata Amran

Kepala BPPSDMP Kementan, Dedi Nursyamsi, menyatakan bahwa petani muda mempunyai peran penting dalam melanjutkan pembangunan di sektor pertanian.

“Untuk mencapai produktivitas pertanian yang tinggi, hal utama adalah tersedianya SDM pertanian yang unggul, andal, profesional, mandiri, serta berjiwa entrepreneur tinggi,” kata Dedi

Dedi Nursyamsi juga menjelaskan bahwa Program Youth Entrepreneur and Employment Support Services (YESS) hadir untuk meningkatkan kapasitas pemuda di pedesaan melalui pendidikan dan pelatihan agar menjadi agen pembangunan pertanian. 

"Sasaran dari program YESS adalah agar pemuda memiliki jiwa kewirausahaan dari hulu sampai hilir," tambahnya.

Open-Day-yang-digelar-Polbangtan-Malang-a.jpg

Wakil Direktur 2 Polbangtan Malang, Hamyana, menambahkan bahwa Program YESS telah berjalan sejak 2019 dan akan berlangsung hingga 2025. Program ini memiliki beberapa komponen penting, termasuk peningkatan kompetensi melalui kegiatan seperti Open Day untuk memperkenalkan dunia pertanian kepada siswa.

 “Program YESS memiliki komponen peningkatan kompetensi, antara lain melalui Open Day untuk memperkenalkan dunia pertanian. Siswa yang berminat melanjutkan ke jurusan pertanian meningkat. Bimbingan guru BK dapat mengangkat dan memotivasi siswa untuk menambah wawasan. Program Magang bersertifikat bagi yang tidak melanjutkan sekolah juga tersedia, baik magang dalam negeri maupun luar negeri,” jelasnya.

Hamyana juga menyebutkan bahwa komponen kedua dari Program YESS adalah pengembangan melalui pelatihan model bisnis, literasi keuangan, dan motivasi bisnis.
“Siswa bisa mengakses kegiatan ini melalui mobiliser di masing-masing kecamatan. Program YESS dapat meningkatkan minat generasi muda terlibat di sektor pertanian baik dalam budidaya, pengolahan, maupun pemasaran,” tambahnya.

Pameran Open Day merupakan kolaborasi PPIU Jawa Timur dengan Dinas Pertanian dan Dinas Pendidikan Pemkab Pacitan. Kepala Cabang Dinas Pendidikan Kab. Pacitan, Indiyah Nurhayati, menyatakan dukungannya terhadap program yang dapat melahirkan wirausaha muda.

 “Kita tidak bisa hidup sendiri, ini merupakan kolaborasi kita dengan berbagai pihak. Apapun program pemerintah yang diluncurkan harus kita dukung. Khususnya siswa SMK disiapkan keterampilannya. Dengan program YESS diharapkan dapat melahirkan wirausaha milenial di bidang pertanian melalui anak-anak SMK di Pacitan,” ujar Indah.

Kepala SMKN Pringkuku, Hendri Subroto, menyambut baik kegiatan ini dan berharap Program YESS dapat berkolaborasi dengan sekolah-sekolah lain untuk membangun desa.

 “Program YESS sangat bersinergi dengan kemajuan sekolah. Semoga bisa menjadi embrio bagi anak-anak milenial untuk kemajuan pertanian Indonesia. Ini juga bisa menjadi kolaborasi dengan sekolah lainnya untuk membangun desa. Keterpaduan SMK dengan para stakeholder dapat berkembang dengan baik. Semoga acara ini bisa membangun wawasan anak-anak  dalam menentukan pilihan sekolah,” kata Hendri.

Acara Open Day diharapkan dapat membangun wawasan dan minat anak muda dalam menentukan pilihan sekolah, sekaligus memperkuat sinergi antara Kementerian Pertanian dengan sekolah-sekolah dan berbagai pemangku kepentingan dalam mencetak generasi penerus pertanian yang akan memajukan sektor pertanian Indonesia. (d)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Ferry Agusta Satrio
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES