Pendidikan

Delegasi UB Siap Maju Wakili Indonesia dalam WUDC di Panama 2025

Jumat, 14 Juni 2024 - 16:14 | 15.07k
Para delegasi Universitas Brawijaya yang berhasil menorehkan juara dalam NUDC 2024. (Foto: Istimewa)
Para delegasi Universitas Brawijaya yang berhasil menorehkan juara dalam NUDC 2024. (Foto: Istimewa)

TIMESINDONESIA, MALANG – Tim mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) berhasil menorehkan prestasi dalam ajang National University Debating Championship (NUDC) 2024.

Pada event bergengsi yang digelar di Universitas Terbuka Tangerang Selatan bulan Juni ini, tim UB berhasil menyabet juara III atau 2nd runner up NUDC 2024.

NUDC sendiri merupakan laga debat tahunan antar Perguruan Tinggi berskala nasional dibawah naungan Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kemendikbudristek. Pada tahun ini, delegasi UB diwakili oleh Hemalia Kusuma Dewi,  Muhammad Irfan Azhari  dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).

Dikutip dari PRASETYA Online, Hemalia Kusuma Dewi atau yang akrab disapa Hema mengatakan, bahwa dirinya punya minat dalam debat bahasa Inggris sejak duduk di bangku SMA.

“Aku tertarik di dunia debat terkhusus english debate karena sejak SMA sudah bergabung di klub debat bahasa Inggris. Aku ingin mengembangkan skill public speaking, critical thinking, dan kemampuan bahasa Inggrisku agar lebih fluent," ucapnya.

Sejak SMA, dia mengaku telah aktif mengikuti lomba debat. Ada banyak pelajaran berharga yang dia dapat disana. Seperti cara berkomunikasi tim, kompromi dengan tim, dan bisa memahami satu dengan lain agar kasus yang diangkat bisa dibawakan dengan baik.

Wanita yang juga sebagai Mahasiswa Berprestasi FISIP 2023 itu melanjutkan, dengan keberhasilan timnya dalam NUDC 2024 ini, mereka mendapat kesempatan menjadi delegasi Indonesia di World University Debate Championship (WUDC), yang digelar di Panama pada awal tahun 2025 nanti.

“Kika bisa masuk grand final NUDC nasional, ia akan menjadi delegasi Indonesia di WUDC dimana ini adalah lomba debat paling prestise dunia yang akan diselenggarakan di Panama awal tahun 2025. Dan alhamdulillah kami dapat kesempatan jadi perwakilan Indonesia di ajang internasional tersebut,” tuturnya.

Secara teknis dia menjelaskan bahwa  dalam pelaksanaannya, tidak ada tema spesifik yang diangkat dalam NUDC, karena setiap ronde memiliki mosi yang berbeda untuk diacak.

“Selama NUDC kemarin, saya sampai grand final harus menempuh 13 ronde yang memiliki tema berbeda semua. Tema nya mencakup edukasi, hukum, ekonomi, international relation (geopolitik), filosofi, dan masyarakat,” kata dia.

Kriteria penilaian dalam perhelatan ini ada 3 komponen, yaitu matter, manner, dan method. Matter erat kaitannya dengan isi dan substansi dari argumen yang dapat diterima secara logis. 

Manner adalah cara penyampaian argumen dengan jelas dan eksplisit, serta method adalah berkenaan dengan struktur speech berdasarkan British Parliamentary yang fleksibel.

“Poin yang paling penting adalah matter   terkait dengan isi, substansi, dan argumen dapat diterima secara logis. Dan ini adalah komponen penilaian yang paling penting karena kita harus meyakinkan juri," terangnya.

Dia mengaku, ajang NUDC ini sangat menguras tenaga, mental, dan fikiran. “Cerita unik dari NUDC nasional ini adalah penginapan itu jaraknya 1,5 kilometer dari venue dan delegasi UB memutuskan untuk berjalan kaki sehingga selama 1 minggu kami berjalan terus di sana. Dan dalam satu harinya bisa mencapai 3 KM pulang pergi,” ungkap Hema.

Pada akhirnya, meskipun menghadirkan tantangan yang sangat berat dalam hal fisik dan mental, partisipasi dalam NUDC membawa banyak manfaat yang tak ternilai.

Selain penghargaan yang diterima, tim debat UB juga memperoleh wawasan berharga dari para juri. “Insight yang kita dapatkan dari juri dan itu berkontribusi pada peningkatan skill individu/tim. Aku melihat ada payback  dari halangan dan rintangan yang telah tim lalui bersama berupa award menjadi juara kedua di NUDC ini. It was memorable moment  selama kuliah," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES