Mahasiswa Departemen SEP FP UB Adu Project Pemberdayaan Masyarakat

TIMESINDONESIA, MALANG – Ratusan mahasiswa dari Departemen Sosial Ekonomi Pertanian (SEP) Fakultas Pertanian (FP) Universitas Brawijaya (UB) saling memamerkan project mereka dalam Kompetisi Kegiatan Pemberdayaan yang digelar pada Sabtu (15/6/2024). Kompetisi ini merupakan akhir dari rangkaian mata kuliah Pemberdayaan Masyarakat Dalam Agribisnis (PMDA) Departemen Sosial Ekonomi Pertanian.
Dalam kompetisi ini, para mahasiswa yang terbagi atas 11 kelompok kelas itu diminta untuk memaparkan project mereka dalam dalam upaya pemberdayaan masyarakat, yang telah mereka lakukan sebelumnya. Ada beberapa dewan juri dari akademisi dan praktisi expert yang menilai karya mereka. Diantaranya seperti Dosen FP Fitrotul Laili, SP.,MP, penggagas Kampung Cempluk Malang Redy Eko Prasetyo, Chief Bussines and Corporate Officer TIMES Indonesia Sri Widji Wahyuning Utami, dan lainya.
Advertisement
Dekan FP UB, Prof. Mangku Purnomo, S.P., M.Si., Ph.D mengatakan, kegiatan semacam ini digelar untuk untuk mendorong dan menstimulasi mahasiswa agar semangat melakukan kegiatan yang bermanfaat bagi banyak orang dan menghasilkan sesuatu yang baik.
"Mahasiswa bisa melakukan apa saja dalam mencetak pengalaman baik. Termasuk melakukan aksi nyata untuk membangun desa seperti ini," ucapnya.
Menurutnya, kesempatan untuk melakukan pemberdayaan masyarakat ini memang diberikan kepada mahasiswa, agar mereka bisa benar-benar mempraktekkan apa yang mereka dapat di kampus, sekaligus mendekatkan mereka dengan masyarakat.
"Program ini merupakan saluran atau kanal wujud pemberdayaan masyarakat. Harapanya dari sini muncul gagasan-gagasan cemerlang yang dapat membawa kemajuan untuk desa yang diberdayakan," ujar Prof Mangku.
Secara teknis, Koordinator mata kuliah pemberdayaan, Fitrotul Laili, SP.,MP menerangkan bahwa setiap semester, pada saat mata kuliah PMDA, Departemen Sosial Ekonomi Pertanian selalu melakukan kegiatan seperti ini. "Karena untuk mata oleh PMDA ini kita menggunakan metode pembelajaran team based project," ucapnya.
Dalam mata kuliah itu, mahasiswa diberikan project untuk melakukan kegiatan pemberdayaan di desa yang dipilih, sesuai dengan hasil identifikasi potensi dan masalah. Kemudian selama satu semester, mereka akan merencanakan dan melakukan kegiatan, sampai kemudian mengevaluasi dampak atas apa yang dilakukan selama berkegiatan di desa itu.
Dalam melakukan kegiatan ini, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pengampu kuliah, dosen pengampu tutorial, dan juga didampingi oleh asisten praktikum.
"setiap semester kita lakukan kompetisi satu angkatan. jadi setiap program yang dilakukan itu dikompetisikan. Dan dipilih Kegiatan terbaik dari kegiatan pemberdayaan yang dilakukan adik adik ini selama di lapangan," jelasnya.
Laili menegaskan, bahwa kegiatan ini berbeda dengan kegiatan pengabdian masyarakat yang menjadi progtam kampus. Dalam pemberdayaan masyarakat ini 2 output yang dihasilkan.
"Output yang dihasilkan didokumentasikan dalam 2 bentuk. dalam video kegiatan dan yang kedua adalah dokumen hasil laporan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan. nanti itu akan disimpan di laboratorium sosiologi pedesaan dan pemberdayaan masyarakat," terangnya.
Dokumen ini, nantinya dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa semester 6 atau 7 yang mengambil tugas Akhir non skripsi. "Jadi misalkan ada yang berminat untuk mengambil tugas akhir non skripsi dalam bentuk pemberdayaan itu bisa melihat laporan yang sudah pernah dilakukan," kata dia
Laili menyebut, PMDA ini sendiri telah berjalan sejak tahun 2017. Pihaknya berharap kegiatan ini bisa berlanjut secara berkesinambungan, serta tidak hanya memberikan manfaat bagi mahasiswa, tetapi juga memberikan dampak kepada masyarakat yang didampingi.
"Mungkin tidak besar, tapi paling tidak bisa membantu untuk mengatasi masalah yang dihadapi masyarakat sekitar wilayah kampus. Kemudian juga semoga setiap semester kita bisa mengimprove dan melakukan perbaikan sehinggga kegiatan ini benar-benar memberikan dampak positif bagi mahasiswa dan masyarakat," pungkasnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Sofyan Saqi Futaki |