Pendidikan

UM Jalin Kerjasama dengan Kemenlu USA Melalui Program CLS 

Senin, 24 Juni 2024 - 21:41 | 18.20k
Foto bersama peserta Program Critical Language Scholarship, Senin (24/6/2024) di Gedung BILA B-17 Universitas Negeri Malang. (FOTO: DOK Universitas Malang)
Foto bersama peserta Program Critical Language Scholarship, Senin (24/6/2024) di Gedung BILA B-17 Universitas Negeri Malang. (FOTO: DOK Universitas Malang)

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Negeri Malang (UM) menuju go Internasional menjalin kerjasama dengan Kementerian Luar Negeri USA dalam mempelajari budaya dan bahasa Indonesia melalui program Critical Language Scholarship, Senin (24/6/2024) di Gedung BILA B-17 Universitas Negeri Malang. 

Prof. Ir. Arif Nur Afandi, S.T., M.T., MIAEng, MIEEE, Ph.D, Wakil Rektor IV Bidang Perencaan, Data dan Informasi, Pemeringkatan, Hubungan Masyarakat, dan Kerjasama UM menjelaskan Program kerjasama dengan Amerika memang sudah berjalan bertahun-tahun dan cukup lama dalam rangka Universitas Negeri Malang Go Internasional.

Harapannya, mahasiswa UM di negara bagian Amerika sebagai partner dalam memperkenalkan bahasa dan budaya bangsa Indonesia dimana kegiatannya tidak belajar bahasa Indonesia saja,tetapi juga budaya ada yang di lingkungan UM dan eksternal. Bentuknya dengan menggali potensi-potensi budaya bangsa Indonesia  yang ikut mempromosikan Indonesia tentunya budaya dan bahasa Indonesia.

Program ini terus berjalan dan mulai menjadi salah satu Mitra potensial tepatnya UM tetap mendapatkan alokasi dari Pemerintah USA dalam pertukaran mahasiswa.

"Disayangkan yang sekarang masih ada beberapa masalah tertahan karena visanya belum keluar jadi mahasiswa Amerika yang di sini menurut informasi sih terkendala di sistem yang macetnya sistem," ungkapnya.

Program harus tetap jalan sehingga yang tersisa 15 mahasiswa nanti akan langsung bergabung karena programnya mulai berjalan tanggal 20 Juni yang akan datang. 

Kerjasama dengan council USA dalam bahasa dan budaya Indonesia juga dalam rangka memperkenalkan UM ke dunia internasional. 

Banyak program yang didapat dari UM seperti memperbanyak mahasiswa dan dosen yang masuk ke UM dalam belajar di luar negeri seperti USA, dan sebagai pintu masuk internasional. 

"UM di kelas internasional dapat meningkatkan kompetensi dosen dan mahasiswa tentu juga meningkatkan daya saing secara tertulis maupun non akademik," pungkasnya.

Direktur BIPA, Dr. Gatut Susanto M.M., M.Pd., menjelaskan, program Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) Fakultas Sastra Universitas Negeri Malang (FS UM) menambahkan, bahwa  program hari ini dan pembukaannya adalah program CLS.

Salah satu program dari Kementerian Luar negeri Amerika di UM sudah yang ke-15 tahun dan hari ini adalah pembukaannya oleh wakil Rektor UM. 

Mahasiswa dari Perguruan tinggi USA akan belajar bahasa dan budaya Indonesia selama 2 bulan. "Mereka di sini dari bermacam-macam perguruan tinggi di Amerika yang di koordinatori oleh pihak Amerika diberi nama critical Language Scholarship (CLS) di amerikanya jadi ada sebuah organisasi yang namanya Amerika yang mengkoordinir mahasiswa.

Mahasiswa USA ini akan belajar bahasa dan budaya Indonesia terus kemudian nanti ada kelas di indoor seperti mulai dari karawitan tari gamelan batik dan kuliner terus kemudian mereka juga berkunjung ke objek-objek budaya di Indonesia.

Dalam memperdalam bahasanya mereka juga tinggal di keluarga asuh di Indonesia dan setiap mahasiswa didampingi oleh dua orang Mitra bahasa. "Targetnya dari UM kita menjadi perguruan tinggi yang menjadi rujukan bagi kampus di luar negeri," pungkasnya. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES