Pendidikan

Penjual Sate Wakafkan Tanah untuk Musholla di Laboratorium Kebonagung Unisma

Jumat, 28 Juni 2024 - 14:33 | 10.38k
Rektor Unisma dan jajaran bersama Misdi dan keluarga, pewakaf tanah untuk musholla di Lab Unisma Kebonagung. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Rektor Unisma dan jajaran bersama Misdi dan keluarga, pewakaf tanah untuk musholla di Lab Unisma Kebonagung. (Foto: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) membawa harapan besar bagi banyak orang. Mungkin hal itu juga yang menjadikan Misdi, seorang penjual sate asal Kebon Agung Kabupaten Malang mantab mewakafkan tanahnya kepada Unisma.

Misdi dan keluarga menyerahkan tanahnya yang berada di Dusun Kerajan Timur Desa Kebon Agung Kecamatan Pakisaji Kabupaten Malang, atau di lingkungan Laboratorium Unisma Kebon Agung untuk dibangun sebuah musholla.

Diketahui, Unisma memang melakukan pengembangan fasilitas pendidikan di Desa Kebon Agung Kabupaten Malang. Meski sudah ada beberapa bangunan, baik laboratorium, rumah warga, serta perusahan air minum Unisma, lingkungan tersebut masih terbilang sepi. Jalan umum masih belum berupa aspal. Juga belum ada fasilitas umum seperti musholla.

Sehingga wakaf tanah dari Misdi dan pembiayaan pembangunan mushalla dari Unisma ini menjadi harapan besar untuk perkembangan peradaban dan perekonomian di daerah tersebut.

"Tanah ini saya wakafkan untuk keluarga saya, juga untuk bapak ibuk serta kerabat yang sudah meninggal," ucapnya.

Rektor Unisma, Prof Maskuri mengatakan, Unisma bakal menggelontorkan biaya sekitar Rp300 juta untuk membangun musholla di atas tanah wakaf tersebut. Yang menjadi istimewa, sebagian besar dana yang digunakan untuk membangun tempat ibadah tersebut berasal dari sivitas akademika Unisma.

"Sebagian besar dana pembangunan diambil dari shodaqoh para pegawai dan dosen Unisma. Nominalnya kurang lebih sekitar Rp200 juta. Sisanya dari APBU sekitar Rp100 juta," kata dia.

Pihaknya menargetkan, musholla ini akan selesai dibangun dalam waktu sekitar 3 bulan. Sehingga sekitar bulan September 2024, musholla ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat umum.

"Musholla ini nanti kita beri nama musala Utsman bin Affan. Akan ada aktivitas belajar mengajar juga di musholla ini nanti," kata dia.

Prof Maskuri yakin, setelah Misdi, akan ada beberapa orang yang berani mewakafkan sebagian tanahnya pada Unisma. Hal ini karena tanah tersebut akan sangat bermanfaat untuk pengembangan keilmuan, dan untuk masyarakat sekitar.  (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Rizal Dani

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES