Pendidikan

Mahasiswa Polinema Kembangkan Alat Cetak Keramik Catalytic Converter

Minggu, 30 Juni 2024 - 11:03 | 13.03k
Alat Cetak Keramik Catalytic Converter karya mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang, Robit Aqwam Putra. (FOTO: M. Ade Nur Alfian/TIMES Indonesia)
Alat Cetak Keramik Catalytic Converter karya mahasiswa Teknik Mesin Politeknik Negeri Malang, Robit Aqwam Putra. (FOTO: M. Ade Nur Alfian/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Mahasiswa Teknik Mesin dari Politeknik Negeri Malang, Robit Aqwam Putra, mengembangkan alat cetak keramik untuk meningkatkan produksi catalytic converter. Inovasi ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan dan ramah lingkungan dari teknologi tersebut.

Alat cetak keramik ini digunakan untuk menciptakan produk keramik berlubang yang akan digunakan dalam sistem catalytic converter untuk knalpot kendaraan bermotor.

"Proses cetak menggunakan press tool sederhana yang mengandalkan dorongan dari dongkrak botol hidrolik," terang Robit Aqwam Putra, Sabtu (29/6/2024).

Proses dimulai dengan mencampur bahan-bahan seperti silika oksida, alumina, magnesium, dan air murni dalam pipa stainless steel yang dilengkapi dengan cetakan dan rigi-rigi pencetak.

Setelah bahan terisi dalam tabung, cetakan bagian atas sejajar dengan rigi-rigi pencetak dimasukkan. Hal ini membantu mengurangi biaya produksi tanpa mengorbankan kualitas dan efisiensi.

Setelah bahan terisi, penekanan dilakukan dengan mengengkol dongkrak hidrolik sehingga cetakan berada di bawah pendorong cetakan dengan tekanan sekitar ±100 kg/cm² selama ±5 menit.

Selanjutnya, cetakan diangkat dan rigi-rigi pencetak dicabut satu per satu menggunakan tang. Produk kemudian dikeluarkan dari pipa stainless steel dengan bantuan alat.

Langkah berikutnya meliputi pembuatan komponen seperti bottom plate, guide pillar, landasan atas dongkrak, dudukan pencetak, bushing, cetakan bawah, pipa stainless steel, cetakan atas, pendorong cetakan, dan top plate.

Semua komponen ini diproses menggunakan mesin khusus seperti mesin bor drilling, mesin bubut, mesin CNC, dan mesin las sesuai dengan kebutuhan spesifik.

Proses perakitan komponen-komponen ini dilakukan dengan presisi tinggi untuk memastikan hasil yang optimal.

"Penggunaan alat cetak keramik ini memberikan beberapa keuntungan seperti presisi produk yang lebih baik, waktu produksi yang lebih singkat, kemudahan dalam pengoperasian, dan biaya pembuatan alat yang lebih terjangkau,"  kata Robit Aqwam Putra.

Inovasi ini tidak hanya berkontribusi dalam mengurangi emisi kendaraan bermotor tetapi juga memberikan potensi besar bagi industri otomotif di Indonesia.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa proyek ini mampu memberikan dampak positif terhadap perkembangan industri otomotif dan menjadi solusi ramah lingkungan dalam menghadapi tantangan global saat ini. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Wahyu Nurdiyanto
Publisher : Sholihin Nur

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES