Pendidikan

MMD FTP UB di Tulungagung, 45 Desa Dapat Berkah Karya Teknologi dari Mahasiswa

Sabtu, 06 Juli 2024 - 20:41 | 46.91k
Pemberangkatan MMD FTP UB yang dilakukan di lapangan depan Rektorat UB, Sabtu (6/7/2024). (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
Pemberangkatan MMD FTP UB yang dilakukan di lapangan depan Rektorat UB, Sabtu (6/7/2024). (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)

TIMESINDONESIA, MALANG – Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Brawijaya (FTP UB) resmi memberangkatkan 882 mahasiswa untuk mengikuti program Mahasiswa Membangun Desa (MMD) 2024, Sabtu (6/7/2024). Ratusan desa tersebut bakal di sebar di 45 desa yang ada di Kabupaten Tulungagung Jawa Timur.

Wakil Dekan 1 bidang Akademik FTP UB, Endrika Widyastuti menjelaskan, tahapan MMD 2024 FTP UB di mulai pada bulan April, dimana sebelum diberangkatkan ke lapangan, tim mahasiswa telah melakukan identifikasi permasalahan tempat mereka akan melakukan MMD.

Setelah mengetahui permasalahan umum yang ada di Desa tersebut, setiap kelompok mahasiswa diminta untuk membuat sebuah karya teknologi sesuai pemetaan permasalahan di desa masing-masing.

"Setiap satu desa akan dapat satu buah mesin yang diharapkan mampu hilirisasi, mempermudah atau memecahkan masalah di desa. Lalu 9 Juli 2024 ada expo inovasi sekaligus perjanjian kerjasama dengan 8 dinas dan 45 desa," terangnya.

Secara garis besar, Endrika menyebut bahwa ada beberapa permasalah umum yang dihadapi oleh warga di Kabupaten Tulungagung. Seperti pada permasalahan limbah, pengolahan limbah, pengolahan produk pangan, design pengemasan produk, dan beberapa hal lainya.

Sehingga, para mahasiswa FTP UB yang mengikuti MMD ini diharapkan mampu menjadi pemecah permasalah yang banyak dialami oleh warga, utamanya pada bidang pertanian dan UMKM.

"Acara intinya itu nanti akan digelar pada 9 Juli di Pendopo Kabupaten Tulungagung, kita akan ada expo teknologi sekaligus penandatangan PKS dengan beberapa dinas," pungkasnya.

Di tempat yang sama, Wakil Rektor bidang Akademik UB, Prof. Imam Santoso menambahkan, program MMD yang digelar oleh FTP UB ini akan menjadi gebrakan pada pelaksanaan MMD. Dimana FTP berhasil mengkolaborasikan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) yang dikemas dalam bentuk MMD.

"FTP luar biasa karena bukan saja mengemas dalam bentuk PKM tapi diintegrasikan dengan beberapa mata kuliah sehingga bisa direkognisi sebagai program MBKM," terangnya.

Terlebih lagi, setiap desa yang ditempati MMD akan mendapatkan keberkahan berupa alat tepat guna, sesuai dengan permasalahan yang sering terjadi di Desa mereka, dan bisa dimanfaatkan dalam jangka panjang.

"Dalam prosesnya melahirkan produk inovasi yang diimplementasikan untuk menjawab persoalan di pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal. Ada integrasi antara mahasiswa dibimbing dosen untuk menghasilkan produk inovasi," pungkas Prof Imam. (*)

**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.

Advertisement



Editor : Faizal R Arief
Publisher : Sofyan Saqi Futaki

TERBARU

Togamas - togamas.com

INDONESIA POSITIF

KOPI TIMES