Advertisement
Pendidikan

UM Perkuat Hilirisasi Hasil Riset dan Kemitraan melalui Workshop Penguatan Kerja Sama Industri

UM bangun kemitraan dan perluasan networking untuk memperkuat produk hasil riset melalui hilirisasi yang digawangi oleh Direktorat Inovasi UM. ... ...

TIMES Indonesia,
UM Perkuat Hilirisasi Hasil Riset dan Kemitraan melalui Workshop Penguatan Kerja Sama Industri
Workshop Penguatan Kerja Sama oleh Direktorat Inovasi Universitas Negeri Malang di Shalimar Boutique Hotel (Foto: Dokumentasi Dit. Inovasi UM)
A-AA+

MALANG Universitas Negeri Malang (UM) bangun kemitraan dan perluasan networking untuk memperkuat produk hasil riset melalui hilirisasi yang digawangi oleh Direktorat Inovasi UM. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Inovasi UM, Prof. Dr. Nandang Mufti, S.Si, M.T., dalam workshop bertajuk Penguatan Kerjasama Industri melalui Hilirisasi dan Kolaborasi dengan Industri yang diselenggarakan di The Shalimar Boutique Hotel Malang, pada Sabtu (13/7/2024).

Menurut Prof. Nandang, kemitraan dan perluasan networking sangat diperlukan untuk meningkatkan nilai tambah produk hasil riset sekaligus meningkatkan kemampuan daya saing industri dalam negeri.

Advertisement

"Kemitraan antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dapat menjadi upaya strategis menghadapi revolusi industri 5.0," tambahnya.

Dalam acara tersebut, Wakil Rektor III UM, Prof. Dr. Ahmad Munjin Nasih, M.Ag membuka kegiatan workshop, dan menyampaikan bahwa kemitraan dan perluasan networking dapat membantu meningkatkan kemampuan riset serta pengembangan produk yang lebih kompetitif dan kolaboratif.

Narasumber berpengalaman dari Universitas Padjajaran, Prof. Dr. Tomy Perdana, SP., M.M. turut hadir dan memperkuat pernyataan bahwa salah satu strategi penting untuk mewujudkan ekosistem inovasi yang kuat adalah dengan membangun kemitraan dan perluasan networking.

Sejalan dengan pernyataan itu, narasumber dari direktur ITS Design Centre dan desainer eksterior dan interior LRT Jabodetabek, Prof. Dr. Agus Windharto, DEA, mengungkapkan pentingnya kolaborasi interdisipliner, peran kemitraan industri, dan kebutuhan akan pedagogi dalam sebuah inovasi.

“Inovasi tidak hanya tentang menciptakan produk atau jasa baru, tetapi tentang menciptakan masa depan yang lebih baik bagi semua,” ungkapnya.

Advertisement

Prof. Agus menambahkan, civitas akademika harus memprioritaskan design thinking dalam pendekatan terhadap inovasi. Design thinking diperlukan dalam hal pengembangan kolaborasi interdisipliner, karena setiap dari masalah memerlukan perspektif dan keahlian yang beragam.

Dalam ekosistem inovasi, kemitraan dan perluasan networking yang dibangun tidak hanya membantu meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat, namun juga membangun kepercayaan dan komitmen yang kuat antar pihak.

Dengan demikian, diharapkan kemitraan dan perluasan networking dapat membantu meningkatkan kemampuan riset dan pengembangan produk yang lebih kompetitif, serta meningkatkan nilai tambah produk hasil riset dan meningkatkan kemampuan daya saing industri dalam negeri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

M
PenulisM. Isnaini Wijaya (MBKM) Penulis TIMES Indonesia.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia