Tarhib Ramadan di SMPN 1 Borobudur: Meriah dan Penuh Makna

TIMESINDONESIA, MAGELANG – Suasana khidmat namun penuh semangat terasa di SMPN 1 Borobudur, saat semua siswa, guru, dan karyawan berkumpul mengikuti Tarhib Ramadan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, (26/2/2025) di mushola sekolah ini bertujuan untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan dengan persiapan spiritual yang maksimal.
Advertisement
Badrun Munir, Kepala SMP ini saat membuka acara berpesan, agar Ramadan yang akan segera datang, disambut dengan ilmu, hati dan dengan tahu, karena itu harus dipersiapkan dengan baik.
"Diam saat mendengarkan ceramah berarti itu menunjukkan kalian siap belajar, siap mendapatkan ilmu. Hargai pembicara dengan berempati, agar ilmunya bermanfaat," ucapnya berharap.
Sementara itu Ustadz Saeful Bahri yang berkesempatan mengisi acara inti, menerangkan tentang cara sukses dalam hidup yang ia kaitkan dengan bulan Ramadan.
Saeful menjelaskan lingkaran sukses ada 3. "Jika kalian ingin sukses dalam hidup kalian harus pegang kuncinya. 1. Memperbaiki adab kepada guru. 2. Tidak melukai perasaan orang tua. 3. Tidak menyakiti Allah. Itulah circle atau lingkaran yang harus kalian jalani jika ingin benar -benar sukses dalam hidup," terang alumni Pondok Pesantren Gontor ini di hadapan para siswa.
Lebih dari itu, ia mencontohkan tentang kegagalannya dalam meraih cita-cita. Lelaki asal Pandeglang, Banten ini berkisah jika ia pun pernah gagal dalam mengejar apa yang menjadi impian dalam hidupnya.
"Saya pernah melukai perasaan guru saya saat saya sekolah, dan atas saran seorang ustadz, saya harus minta maaf tetapi guru saya sudah meninggal. Karena hal itu tidak mungkin saya lakukan, akhirnya saya juga harus menguburkan cita-cita saya untuk menjadi guru," terangnya.
Selain itu, Saeful juga menerangkan pentingnya sebuah kesadaran. Manusia yang sehat jiwa, batin dan mentalnya akan memiliki tujuan yang jelas.
"Pertama, memiliki tujuan sehingga hidupnya bermakna. Ke dua, memiliki value atau nilai, ke tiga, adalah transenden atau sadar penuh akan adanya Allah, ke empat, sadar adanya keterhubungan antara kita dan orang lain sedangkan yang ke lima, becaming atau menjadi diri sendiri dan terus memperbaiki diri," beber Saeful.
Di penghujung acara, Saeful meminta beberapa siswa untuk maju ke depan dan menyampaikan apa yang sudah didapatkan atau menanyakan hal yang belum diketahui.
"Bagaimana cara menjaga pandangan kita," tanya Radit salah satu siswa dari kelas tujuh.
Dengan tegas Saeful menjawab, jika kita selalu ingat Allah, pasti kita akan selalu berusaha untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang Nya.
"Gunakan akal kita, biar tidak seperti kerbau, ikut-ikutan yang tidak baik, ingat kalau Allah selalu melihat kita," jelasnya. (*)
**) Ikuti berita terbaru TIMES Indonesia di Google News klik link ini dan jangan lupa di follow.
Editor | : Deasy Mayasari |
Publisher | : Rizal Dani |