Advertisement
Pendidikan

Terapi Mental Unik, Mahasiswa Unej Beri Pelatihan Membatik untuk ODGJ

Mahasiswa FH Unej melalui ALSA berikan pelatihan membatik sebagai bentuk terapi dan pemberdayaan bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di Liposos Jember. Kegiatan ini diapresiasi pengelola sebagai upaya pulihkan kesehatan mental.

TIMES Indonesia,
Terapi Mental Unik, Mahasiswa Unej Beri Pelatihan Membatik untuk ODGJ
Mahasiswi FH Unej mendampingi ODGJ dalam membatik di halaman Liposos Jember, Sabtu (11/10/2025). (FOTO: ANTARA/Hamka Agung)
A-AA+

JEMBER Sebagai wujud kepedulian terhadap kesehatan mental masyarakat, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jember (Unej) yang tergabung dalam Asian Law Students Association (ALSA) mengadakan kegiatan pelatihan membatik bagi belasan Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Acara yang digelar di halaman Lingkungan Pondok Sosial (Liposos) Kabupaten Jember ini berlangsung pada hari Sabtu (11/10/2025).

Advertisement

Project Officer ALSA FH Unej, Alisa Dwi Endaryani, menjelaskan latar belakang diadakannya kegiatan ini. "Kami mengadakan kegiatan membatik dengan sasaran ODGJ agar mereka kembali mengingat bahwa batik adalah salah satu budaya di Indonesia," ujarnya di Liposos Jember.

Lebih dari sekadar melestarikan budaya, kegiatan ini juga merupakan bentuk nyata pemberdayaan. "Kami berharap dengan kegiatan membatik itu para ODGJ merasa tidak sendiri, karena masih ada orang-orang yang peduli untuk melakukan pemberdayaan terhadap mereka dan hal itu juga bisa menjadi terapi mental," tuturnya.

Sambutan hangat datang dari Kepala Liposos Jember, Roni Efendi, yang mengapresiasi inisiatif para mahasiswa.  "Kegiatan tersebut sangat positif dan luar biasa sekali. Alhamdulillah, adik-adik mahasiswa FH Unej peduli dengan memberdayakan ODGJ melalui pelatihan membatik," katanya.

Ia melihat nilai terapi yang besar dari aktivitas ini. "Dengan kegiatan membatik, lanjut dia, para ODGJ bisa menyalurkan kreativitas mereka pada media yang sudah disediakan dan juga bisa menjadi terapi untuk memulihkan kondisi mentalnya."

Roni juga menekankan dampak jangka panjang dari kegiatan semacam ini bagi reintegrasi sosial para ODGJ. "Kegiatan tersebut juga berdampak pada kehidupan mereka ke depannya saat para ODGJ akan kembali berinteraksi dengan masyarakat, sehingga bisa diterima di lingkungan masyarakat," ujarnya.

Advertisement

Ia berharap kolaborasi positif ini dapat menginspirasi institusi pendidikan lainnya. "Setiap hari harus ada kegiatan ringan yang dilakukan para ODGJ untuk membantu memulihkan kesehatan mentalnya, sehingga pihaknya berharap kegiatan ALSA FH Unej bisa diikuti oleh mahasiswa dari fakultas dan universitas lainnya di Jember." (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Antara
PenulisAntaraANTARA adalah kantor berita nasional Indonesia yang menyebarluaskan informasi tentang berbagai peristiwa penting di dalam dan luar negeri.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia