Advertisement
Pendidikan

Kiat Sukses Tisnawati, Kepala SMAN 1 Sikabau, Darmasraya; Memimpin dengan Hati dan Keteladanan

Keteladanan adalah kunci dalam keberhasilan memimpin. Itu yang diterapkan Trisnawati, Kepala SMAN 1 Sikabau.

TIMES Indonesia,
Kiat Sukses Tisnawati, Kepala SMAN 1 Sikabau, Darmasraya; Memimpin dengan Hati dan Keteladanan
Trisnawati, Kepala SMAN 1 Sikabau, Darmasraya, Sumatera Barat. (FOTO: Dok Pribadi for TIMES Indonesia)
A-AA+

SUMATERA BARAT Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, Kepala SMAN 1 Sikabau, Kabupaten Damasraya, Provinsi Sumatera Barat, Tisnawati, tampil sebagai sosok pemimpin yang menginspirasi. Di bawah kepemimpinannya, sekolah ini perlahan tumbuh menjadi salah satu lembaga pendidikan yang dikenal dengan disiplin, kekompakan, dan semangat perubahan.

Bagi Tisnawati, kunci keberhasilan dalam memimpin sekolah tidak terletak pada banyaknya aturan, tetapi pada ketulusan dan keteladanan.

Advertisement

"Pemimpin di sekolah bukan hanya mengatur, tapi harus hadir, mendengar, dan menjadi contoh. Ketika guru dan siswa melihat pemimpinnya bekerja dengan hati, mereka akan ikut bekerja dengan hati,” ujar Kepala SMAN 1 Sikabau, Tisnawati, Jumat (24/10/2025).

Perjalanan Tisnawati di dunia pendidikan tidak selalu mudah. Dia memulai dari posisi guru, lalu dipercaya memimpin SMAN 1 Sikabau. Di tangan dinginnya, berbagai pembenahan dilakukan, mulai dari tata kelola sekolah, penguatan karakter siswa, hingga pembenahan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan inspiratif.

1. Kepemimpinan dengan Keteladanan

Tisnawati percaya bahwa perubahan tidak bisa dimulai dengan perintah, tapi dengan contoh. Dia selalu datang lebih awal, berinteraksi langsung dengan guru dan siswa, serta membangun budaya disiplin tanpa paksaan.

Anak-anak butuh figur yang nyata, bukan sekadar arahan di papan tulis,” ujarnya dengan senyum hangat.

Advertisement

2. Membangun Tim yang Solid

Di SMAN 1 Sikabau, tidak ada sekat antara kepala sekolah, guru, dan staf. Semua menjadi satu keluarga besar. Tisnawati menanamkan prinsip “kerja bersama, bukan siapa paling berkuasa.”

Baginya, keberhasilan sekolah bukan hasil kerja individu, tapi hasil sinergi yang dilandasi saling percaya.

3. Mengedepankan Keterbukaan dan Kepercayaan Publik

Tisnawati juga menaruh perhatian besar pada transparansi. Dia membuka setiap kegiatan sekolah kepada publik, termasuk penggunaan dana BOS dan kegiatan siswa.

Masyarakat harus tahu sekolah bekerja. Dari keterbukaan, lahir kepercayaan,” tegasnya.

4. Menghidupkan Budaya Literasi dan Kreativitas

Di bawah kepemimpinannya, program literasi sekolah berjalan aktif. Setiap bulan, siswa dan guru diberi ruang untuk menulis, membaca, dan mengekspresikan ide. Ia percaya bahwa kecerdasan bukan hanya dari buku pelajaran, tetapi juga dari keberanian mengungkapkan pikiran.

5. Mengajar dengan Cinta, Memimpin dengan Nurani

Filosofi kepemimpinan Tisnawati sederhana,  sekolah bukan pabrik nilai, tapi taman karakter.

Dia ingin SMAN 1 Sikabau menjadi tempat di mana setiap siswa tumbuh dengan bahagia, guru bekerja dengan semangat, dan masyarakat merasa bangga.

Kini, berkat pendekatan humanis dan manajemen yang transparan, SMAN 1 Sikabau di Kabupaten Damasraya, Provinsi Sumatera Barat mulai dikenal sebagai sekolah yang maju, disiplin, dan penuh inovasi. "Selama kita mau bekerja dengan hati, hasilnya akan mengikuti,” tutup Kepala SMAN 1 Sikabau, Tisnawati. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Dioni Arvona
PenulisDioni ArvonaPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2025. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia