Advertisement
Pendidikan

Kisah Bellinda, Ibu Dua Anak yang Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Widya Gama Malang

Kisah inspiratif Bellinda Oktovanny, ibu 2 anak yang lulus cumlaude dari FH UWG Malang dalam 3,7 semester dengan IPK 3,94. Bellinda punya strategi belajar yang efektif dan perjuangan menyeimbangkan peran sebagai mahasiswi dan ibu.

TIMES Indonesia,
Kisah Bellinda, Ibu Dua Anak yang Jadi Wisudawan Terbaik Universitas Widya Gama Malang
Bellinda Oktovanny Berliana Putri, wisudawan terbaik UWG Malang yang berhasil meraih IPK 3,94. (FOTO: Achmad Fikyansyah/TIMES Indonesia)
A-AA+

MALANG Wisuda Universitas Widya Gama (UWG) Malang pada Sabtu, 22 November 2025, tak hanya menjadi momen kelulusan, tetapi juga ajang lahirnya kisah inspiratif. Salah satunya datang dari Bellinda Oktovanny Berliana Putri, wisudawan terbaik dari Fakultas Hukum yang berhasil meraih IPK 3,94.

Prestasi ini terasa semakin istimewa karena Bellinda menyelesaikan studinya dalam waktu 3,7 semester, sekaligus menjalankan peran sebagai ibu dari dua anak.

Advertisement

Bellinda, yang mengambil konsentrasi Hukum Perdata, mengaku pencapaian ini tidak datang secara tiba-tiba. Ia merasakannya sebagai “luar biasa,” terutama karena prosesnya penuh tantangan. Keberhasilannya, menurut Bellinda, tidak lepas dari dukungan banyak pihak.

“Dosen-dosen saya luar biasa hebat. Dukungan dari orang-orang terdekat, mentor saya Ibu Dian, anak-anak saya, dan banyak lagi. Semuanya karena doa dan ridho Allah,” ujarnya.

Saat ditanya tentang resep meraih indeks prestasi hampir sempurna, Bellinda menawarkan kiat yang sederhana tetapi disiplin.

“Setiap masuk semester baru, minimal satu mata kuliah saya pelajari tiga buku sebelum perkuliahan dimulai. Kalau itu dilakukan, sebelum UAS kita tidak perlu belajar lagi,” tuturnya.

Menurutnya, strategi ini membuatnya memahami materi tidak hanya untuk ujian, tetapi juga secara mendalam.

Advertisement

Bellinda menyebut Hukum Perdata menarik karena banyak bersinggungan dengan hubungan antarindividu dan antarperusahaan.

“Penyelesaian sengketa antara orang dengan orang atau perusahaan itu asyik. Banyak aspek konkret yang bisa dikupas,” katanya.

Untuk tugas akhirnya, Bellinda memilih tema unik: pajak sarang burung walet di Kabupaten Pasuruan. Ia menjelaskan bahwa pajak merupakan bidang yang berada di persimpangan hukum publik, administrasi, dan perdata, sehingga menarik untuk diteliti.

Perjalanan akademik Bellinda semakin menginspirasi karena ia menjalani kuliah sambil mengurus dua anak yang kini berusia 8 dan 5 tahun.

“Selama kuliah mereka saya kondisikan dulu, agar saya bisa fokus. Kemudian saya kembali menjadi ibu yang bukan hanya ibu, tapi ibu sarjana hukum,” ujarnya.

Baginya, pendidikan adalah cara untuk memberikan contoh sekaligus masa depan yang lebih baik bagi anak-anaknya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Achmad Fikyansyah
PenulisAchmad FikyansyahSarjana Sastra Inggris (S.S) UIN Maulana Malik Ibrahim Malang. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak Maret 2023. Meliput berbagai topik, utamanya pendidikan dan ekonomi.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia