Advertisement
Pendidikan

Integrasikan Madin, Cara SMPN 2 Kebonagung Pacitan Perkuat Akhlak Siswa

SMPN 2 Kebonagung Pacitan integrasikan Program Madin Al-Ikhlas mulai 20 Jan 2026. Fokus literasi Al-Qur’an, akhlak, dan karakter religius; pembelajaran berjenjang sesuai kemampuan.

TIMES Indonesia,
Integrasikan Madin, Cara SMPN 2 Kebonagung Pacitan Perkuat Akhlak Siswa
Guru Madin Al-Ikhlas mengajarkan Alquran pada siswa SMPN 2 Kebonagung Pacitan. (Foto: Enjang Fitrianingrum for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN SMPN 2 Kebonagung Pacitan, mulai 20 Januari 2026 resmi mengintegrasikan Program Madrasah Diniyah (Madin) Al-Ikhlas ke dalam kegiatan sekolah. Langkah ini ditempuh untuk memperkuat pendidikan keagamaan sekaligus membentuk karakter siswa yang berakhlak mulia sejak dini.

Program Madin terintegrasi ini dirancang agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki dasar keagamaan yang kuat. Seluruh siswa mengikuti pembelajaran diniyah secara berjenjang sesuai kemampuan masing-masing, mulai dari tingkat Iqro’ hingga pendalaman bacaan Al-Qur’an.

Advertisement

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran difokuskan pada kemampuan membaca Al-Qur’an dengan memperhatikan makhraj dan kaidah tajwid. Pengelompokan dilakukan secara proporsional agar setiap siswa mendapatkan pendampingan yang tepat tanpa merasa terbebani.

Selain literasi Al-Qur’an, materi Madin juga mencakup penguatan pemahaman keislaman dan pembiasaan akhlak positif dalam kehidupan sehari-hari. Siswa dibimbing untuk menerapkan nilai-nilai agama dalam sikap, tutur kata, dan etika pergaulan di lingkungan sekolah maupun masyarakat.

Kepala SMPN 2 Kebonagung, Ibnu Hajar Kuncoro, menegaskan bahwa integrasi Madin merupakan bagian dari upaya menyeimbangkan pendidikan ilmu pengetahuan dengan pembentukan karakter. Program ini dikelola secara terstruktur di bawah koordinasi Muhammad Yasin dan Nurdin Subiyarto, dengan dukungan penuh seluruh guru.

Sementara itu, Kepala Madin Al-Ikhlas, Supatmi, menyebut kolaborasi ini sebagai langkah strategis untuk mendekatkan layanan pendidikan agama kepada siswa sekolah formal.

“Dengan pengelompokan sesuai kemampuan Iqro’ dan Al-Qur’an, setiap anak mendapatkan perhatian yang pas. Harapannya, tidak ada siswa yang tertinggal dalam pendidikan agama,” ujarnya.

Advertisement

Integrasi Madin Al-Ikhlas ini menjadi penanda arah baru SMPN 2 Kebonagung sebagai sekolah berbasis karakter religius. Program tersebut tidak sekadar menambah jam pelajaran, tetapi membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan nilai keagamaan sebagai fondasi pembentukan kepribadian siswa.

Langkah ini juga mendapat respons positif dari orang tua dan masyarakat. Mereka mulai merasakan perubahan pada kedisiplinan serta sikap religius anak-anak di rumah.

Dengan manajemen yang solid dan sinergi antara sekolah formal dan Madrasah Diniyah, SMPN 2 Kebonagung kian memantapkan diri sebagai lembaga pendidikan yang mampu memadukan kecerdasan intelektual dengan keteguhan akhlak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia