Advertisement
Pendidikan

Mahasiswa Undar Jombang Gagas SEKOPER, Perkuat Pemberdayaan dan Kesehatan Perempuan

SEKOPER yang digelar di Desa Menturo Jombang mendorong perempuan lebih percaya diri dan aktif di ruang publik.

TIMES Indonesia,
Mahasiswa Undar Jombang Gagas SEKOPER, Perkuat Pemberdayaan dan Kesehatan Perempuan
Dosen Universitas Darul Ulum, Siti Arifah saat menyampaikan materi di Sekolah Perempuan di Balai Desa Menturo, Kabupaten Jombang. (FOTO: Rohmadi/TIMES Indonesia)
A-AA+

JOMBANG Balai Desa Menturo, Kabupaten Jombang, menjadi pusat kegiatan pemberdayaan perempuan dengan digelarnya Sekolah Perempuan (SEKOPER) sejak 7 dan 13 Februari 2026. Program ini akan berlangsung dalam enam pertemuan dan dilanjutkan pada pekan-pekan berikutnya.

SEKOPER tidak hanya menghadirkan pembelajaran nonformal berbasis komunitas, tetapi juga dilengkapi layanan tes kesehatan gratis, pembagian vitamin, serta alat kontrasepsi. 

Advertisement

Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kapasitas perempuan melalui penguatan kesadaran diri, rasa percaya diri, dan kemampuan berperan aktif dalam kehidupan keluarga, sosial, ekonomi, serta ruang publik di desa.

Program ini merupakan hasil kolaborasi antara PUSPA Arimbi Jombang dan PKBI Kabupaten Jombang. Pelaksanaannya juga melibatkan mahasiswa Universitas Darul Ulum Jombang (Undar Jombang) yang mendampingi kegiatan Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM).

Dosen Universitas Darul Ulum, Siti Arifah, menegaskan bahwa SEKOPER menjadi ruang penting untuk mematahkan stigma bahwa perempuan hanya berperan di ranah domestik.

“Melalui SEKOPER, perempuan diberi kesempatan untuk terlibat dalam kebijakan desa, memutus mata rantai pernikahan dini dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), serta meningkatkan kesadaran kritis terhadap persoalan sosial,” ujarnya, Jumat (13/2/2026).

Salah satu peserta, Shofiyatun Nisa’, mengaku mendapatkan banyak manfaat dari materi yang disampaikan para pemateri.

“Saya merasa lebih percaya diri untuk mengaplikasikan ilmu ini dalam kehidupan sehari-hari dan membagikannya kepada ibu-ibu lainnya. Saya juga terinspirasi untuk terus belajar dan menjadi agen perubahan di desa,” katanya.

Advertisement

Sementara itu, Ketua PKK Desa Menturo, Alfiyati, menyampaikan apresiasinya terhadap inisiatif pendirian sekolah khusus perempuan tersebut.

“Saya sangat bangga dengan adanya Sekolah Perempuan di desa kami. Pendidikan perempuan adalah kunci percepatan kemajuan masyarakat. Jika perempuan mendapat kesempatan belajar yang setara, perubahan positif akan lebih cepat terwujud,” ungkapnya.

Melalui Sekolah Perempuan (SEKOPER), Desa Menturo diharapkan menjadi contoh bagaimana pendidikan nonformal dapat menjadi sarana efektif pemberdayaan perempuan. 

Program ini juga menunjukkan bahwa penguatan peran perempuan di tingkat desa mampu mendorong perubahan sosial yang berkelanjutan dan inklusif. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Rohmadi
PenulisRohmadiSarjana Manajemen Pendidikan Islam - STIT - Al Urwatul Wutsqo Jombang (2019), Magister Manajemen Pendidikan Islam - Unipdu Jombang (2023). Jurnalis, Akademisi dan Penulis Buku, Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2020. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, religi, seni, budaya dan sejarah.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia