Advertisement
Pendidikan

Ramadan Berkah ala SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Ajak Warga Kelola Sampah Organik

SD Muhammadiyah 3 Ikrom Sidoarjo bersama Ecoton gelar kegiatan Ramadhan bertema gaya hidup ramah lingkungan. Kader Adiwiyata sosialisasi dan praktik kelola sampah organik jadi kompos dan eco enzyme bersama warga.

TIMES Indonesia,
Ramadan Berkah ala SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Ajak Warga Kelola Sampah Organik
Suasana kegiatan bertema "Isi Ramadhan dengan Belajar Gaya Hidup Ramah Lingkungan" di Kecamatan Taman, Sidoarjo Sabtu (28/2/20026). (Foto: Ecoton for TIMES Indonesia)
A-AA+

SIDOARJO Momentum bulan suci Ramadan dimanfaatkan sebagai ajang pembelajaran sekaligus aksi nyata peduli lingkungan oleh SD Muhammadiyah 3 Ikrom. Sekolah tersebut berkolaborasi dengan Ecoton menggelar kegiatan bertajuk “Isi Ramadan dengan Belajar Gaya Hidup Ramah Lingkungan”.

Kegiatan ini melibatkan kader Adiwiyata sekolah untuk melakukan sosialisasi dan praktik pengelolaan sampah organik bersama warga di RT 5, RW 3, Wage, Kecamatan Taman, Sidoarjo. Program tersebut menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam memberikan dampak langsung kepada masyarakat sekitar.

Advertisement

Kepala SD Muhammadiyah 3 Ikrom, Nur Suciati, mengatakan kegiatan ini dirancang agar kader Adiwiyata tidak hanya aktif di lingkungan sekolah, tetapi juga mampu berkontribusi di tengah masyarakat.

SD-Muhammadiyah-3-Ikrom-1.jpg

“Kegiatan ini dalam rangka sekolah memberikan dampak kepada lingkungan sekitar, melibatkan kader Adiwiyata untuk diajak sosialisasi dan praktik pengelolaan sampah organik... Sekaligus mendorong kader Adiwiyata agar benar-benar berdampak di masyarakat,” ujarnya, Sabtu (28/2/2026).

Sementara itu, Koordinator Zero Waste Cities Ecoton, Firly Mas’ulatul Jannah, menjelaskan bahwa persoalan sampah rumah tangga masih didominasi sampah organik dengan komposisi mencapai 40-60 persen. “Karena itu, pengelolaan yang tepat harus dimulai dari sumbernya, yaitu rumah tangga harus memaksimalkan pemilahan dan pengolahan sampah organik menjadi produk yang bermanfaat seperti kompos dan eco enzyme,” jelasnya.

Dalam sesi edukasi, Jofanny Ahmad turut menyoroti persoalan sampah plastik, khususnya jenis saset yang kerap sulit didaur ulang. “Maka, pengurangan dan sistem guna ulang adalah jawaban terhadap melubernya sampah plastik di lingkungan. Jika kita tidak mengurangi dari sumbernya, maka persoalan sampah akan terus berulang,” tegasnya.

Advertisement

SD-Muhammadiyah-3-Ikrom-2.jpg

Dukungan atas kegiatan ini juga datang dari Ketua PKK setempat, Sutiani Suwito. “Memang penting menyelesaikan sampah itu sejak dari sumber. Kegiatan ini sangat positif, apalagi dilakukan di bulan Ramadhan. Ibu-ibu di lingkungan sini sangat mendukung dan berharap ada kegiatan lanjutan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, Ramadhan menjadi momentum penting untuk menumbuhkan nilai kepedulian lingkungan sejak dini. Sekolah berharap kader Adiwiyata mampu menjadi agen perubahan dan menginspirasi sekolah lain untuk menerapkan model edukasi serupa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Adhitya Hendra
PenulisAdhitya HendraSarjana Ilmu Komunikasi UPN "VETERAN" Jawa Timur. Bergabung ke TIMES Indonesia sejak 2017. Sebagai jurnalis foto (fotografer) dan penulis berita untuk TIMES Indonesia, aktif meliput isu lingkungan, ekonomi, sosial, politik dan peristiwa penting lainnya, serta dikenal sebagai pencerita visual yang menggunakan fotografi sebagai alat komunikasi. 
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia