Networking Jadi Kunci Sukses Tingkatkan Peran Sosial IKA PMII Jombang
PC IKA PMII Jombang gelar diskusi dan halalbihalal di AIS Ngoro, bahas penguatan jejaring untuk peran sosial aktivis. Hadir Rektor Undar, Mundir Ma'had Aly, dan BMTNU.
JOMBANG – Penguatan jejaring (networking) menjadi kunci utama dalam meningkatkan peran sosial aktivis di tengah dinamika masyarakat. Hal itu mengemuka dalam diskusi dan halal bihalal yang digelar Pengurus Cabang (PC) Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Kabupaten (IKA PMII Jombang), Sabtu (11/4/2026) sore.
Kegiatan yang berlangsung di Aqobah International School (AIS) Kecamatan Ngoro, Kabupaten Jombang ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Prof. Dr. Amir Maliki Abitolkhah (Rektor Undar Jombang) , Dr. Yusuf Suharto (Mundir Ma'had Aly Mambaul Ma'arif Denanyar), Mochamad Muchlis (Sekretaris BMTNU Jombang), H. Zulfikar Damam Ikhwanto (KBIH Thoriqul Jannah), serta Yoyok Zakaria.
Ratusan aktivis turut hadir dalam kegiatan tersebut, termasuk Udi Masjkur (Ketua KPU Jombang), Rohmadi (Ketua KNPI Jombang), Zainuddin (Baznas Anggota), hingga Ali Makhrus (Ketua PC GP Ansor Madiun), Romza (KPU Nganjuk) dan tokoh hebat IKA PMII Jombang lainnya.
Pengasuh Aqobah International School, KH Junaidi Hidayat, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan tersebut. Ia menilai, forum ini menjadi bukti bahwa proses kaderisasi aktivis pergerakan di Jombang masih berjalan dengan baik.
“Sebagai bukti bahwa pengkaderan aktivis pergerakan di Jombang masih berjalan,” ujarnya.
KH. Junaidi juga menekankan pentingnya keberanian dalam memperjuangkan kebenaran yang disertai kecerdasan.
Senada, Amir Maliki Abitolkhah menegaskan bahwa para aktivis memiliki banyak peluang untuk mengembangkan diri melalui jaringan yang luas.
“Banyak jaringan yang bisa digunakan para aktivis di Jombang dalam mengembangkan diri,” paparnya.
Menurutnya, kontribusi aktivis sangat dibutuhkan untuk kemajuan bangsa, tidak hanya di sektor politik, tetapi juga ekonomi, pendidikan, hingga sosial kemasyarakatan.
Sementara itu, Yusuf Suharto menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas diri melalui jalur pendidikan. Ia menyebut Jombang memiliki sejumlah Ma’had Aly dengan spesialisasi keilmuan yang beragam.
“Ma’had Aly Tebuireng fokus di bidang hadits, Paculgowang di bidang tasawuf, Denanyar di bidang fikih, dan Peterongan di bidang Al-Qur’an. Ini bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Mochamad Muchlis mengajak para aktivis memanfaatkan potensi ekonomi berbasis komunitas melalui BMTNU Jombang. Ia mengungkapkan, saat ini lembaga tersebut telah memiliki lebih dari 8.000 anggota.
“Ini potensi besar yang bisa dikembangkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat,” katanya.
Adapun Yoyok mendorong para peserta untuk turut berperan dalam dunia politik dengan tetap menjunjung nilai-nilai etika.
“Yang penting jejaring harus diperluas, agar berpolitik yang bermartabat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung interaktif dan diikuti peserta dengan antusias. Acara ditutup dengan tausiyah oleh KH Abdussalam Sohib Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma'arif Denanyar Jombang yang memberikan penguatan spiritual kepada para peserta.
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


