Advertisement
Pendidikan

14 Dosen UNU Blitar Raih Hibah Kemdiktisaintek 2026, Perkuat Riset dan Pengabdian Berdampak

UNU Blitar torehkan prestasi: 14 dosen raih hibah dari Kemdiktisaintek 2026. Skema PDP, PFR, PKM, hingga Inovasi Seni Nusantara. Fokus riset berdampak bagi masyarakat.

TIMES Indonesia,
14 Dosen UNU Blitar Raih Hibah Kemdiktisaintek 2026, Perkuat Riset dan Pengabdian Berdampak
Ilustrasi Kampus I UNU Jl.Masjid 22 Kota Blitar (FOTO: UNU Blitar for TIMES Indonesia)
A-AA+

BLITAR Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Blitar kembali menorehkan prestasi. Sebanyak 14 dosennya berhasil meraih hibah dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) untuk Tahun Anggaran 2026.

Rinciannya, delapan dosen lolos pada skema Penelitian Dosen Pemula (PDP), tiga dosen di skema Penelitian Fundamental Riset (PFR), satu dosen pada program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), satu dosen PKM Pemula, serta satu dosen pada program Inovasi Seni Nusantara.

Advertisement

Capaian ini sekaligus menegaskan komitmen UNU Blitar dalam mengusung konsep kampus berdampak. Artinya, riset dan pengabdian tidak hanya berhenti pada laporan akademik, tetapi harus memberi manfaat nyata bagi masyarakat.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNU Blitar, Ahmad Saifudin, mengaku bersyukur atas capaian tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menjadi bukti bahwa kualitas dosen UNU Blitar semakin kompetitif di tingkat nasional.

“Alhamdulillah, ini capaian yang patut disyukuri. Sebanyak 14 dosen berhasil mendapatkan hibah. Ini menunjukkan bahwa kualitas riset dan pengabdian dosen UNU Blitar terus meningkat,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).

Ia menegaskan, arah pengembangan riset di UNU Blitar kini tidak hanya berorientasi pada publikasi, tetapi juga dampak langsung bagi masyarakat.

“Kampus berdampak menjadi fokus kami. Jadi riset harus bisa menjawab persoalan nyata, bisa diterapkan, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.

Advertisement

Menurut Ahmad Saifudin, hibah ini menjadi peluang besar bagi dosen untuk menghadirkan inovasi yang aplikatif. Baik dalam bentuk teknologi tepat guna, model pemberdayaan masyarakat, maupun karya ilmiah yang berkontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.

LPPM UNU Blitar, lanjutnya, juga terus melakukan pendampingan agar kualitas proposal dosen semakin meningkat. Mulai dari klinik proposal, pelatihan, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak.

“Harapannya, ke depan jumlah penerima hibah terus bertambah, dan yang lebih penting, hasilnya benar-benar berdampak,” tambahnya.

Dengan capaian ini, UNU Blitar optimistis mampu memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga hadir di tengah masyarakat sebagai bagian dari solusi.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Imam Kusnin Ahmad
PenulisImam Kusnin AhmadPenulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2000. Meliput berbagai topik, antara lain politik, hukum, kriminal, ekonomi, gaya hidup, teknologi, budaya, pemerintahan, serta isu-isu nasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia