Advertisement
Pendidikan

Disertasi Doktor Terbaik UB Jadi Rujukan Regulasi Green Building di IKN

Dr. Ir. Iwan Suprijanto, wisudawan terbaik Doktor Ilmu Lingkungan UB, susun model gedung hijau IKN. Disertasinya kini dipersiapkan menjadi regulasi resmi pembangunan IKN.

TIMES Indonesia,
Disertasi Doktor Terbaik UB Jadi Rujukan Regulasi Green Building di IKN
Wisudawan doktor terbaik UB, Dr. Ir. Iwan Suprijanto, S.T., M.T., FIDSK. (FOTO: Istimewa)
A-AA+

MALANG Wisudawan terbaik program studi Doktor Ilmu Lingkungan Sekolah Pascasarjana Universitas Brawijaya (UB) periode XV tahun akademik 2025/2026, Dr. Ir. Iwan Suprijanto, S.T., M.T., FIDSK, berhasil menelurkan riset strategis bagi pembangunan nasional. Disertasinya mengenai model keberlanjutan Bangunan Gedung Hijau (BGH) kini tengah dipersiapkan menjadi dasar regulasi di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam penelitiannya, Iwan mengembangkan model keberlanjutan yang mengintegrasikan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, serta dukungan teknologi dan infrastruktur. Konsep ini dinilai sebagai terobosan baru dalam pengembangan green building di Indonesia.

Advertisement

Iwan menyampaikan bahwa hasil riset tersebut saat ini sedang dalam proses transformasi menjadi regulasi teknis, khususnya di sektor perumahan dan bangunan gedung di IKN. Hal ini menunjukkan adanya korelasi kuat antara hasil riset akademis dengan kebijakan pembangunan nasional.

“Ini sedang dipersiapkan untuk menjadi regulasi di IKN, terutama dalam sektor perumahan dan bangunan gedung,” ujar Iwan di sela prosesi wisuda.

Langkah ini sekaligus menjadi arah baru bagi industri properti dalam mengembangkan proyek-proyek utama di pusat pemerintahan baru tersebut.

Di luar pencapaian akademisnya, Iwan dikenal aktif dalam berbagai peran strategis. Ia menjabat sebagai Wakil Ketua Umum Ikatan Alumni Universitas Brawijaya (IKA UB), Ketua Umum IKA Fakultas Teknik UB, serta terlibat aktif dalam pengelolaan dana abadi universitas.

Meski memiliki kesibukan profesional yang padat, Iwan membuktikan konsistensinya dalam menyelesaikan riset doktoral tepat waktu. Menurutnya, pendidikan tinggi bukanlah penghambat aktivitas kerja, melainkan penguat dalam menghasilkan solusi konkret bagi tantangan di lapangan.

Advertisement

Ia juga menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam mencetak lulusan yang mampu memberikan dampak nyata dan relevan dengan kebutuhan industri saat ini.

“Semoga UB dapat terus mencetak lulusan unggul, tidak hanya dalam akademik, tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan industri,” pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Miranda Lailatul Fitria
PenulisMiranda Lailatul FitriaSarjana Hukum Universitas Brawijaya. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2025. Meliput berbagai topik, termasuk pendidikan, hukum, dan budaya.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia