Plafon SDN Sidokepung Ambrol, Bupati Subandi Perintahkan Perbaikan Pakai BTT
Plafon ruang kelas SDN Sidokepung 1, Buduran, Sidoarjo ambrol usai hujan deras. Bupati Subandi perintahkan perbaikan pakai anggaran BTT. Tak ada korban.
SIDOARJO – Plafon salah satu ruang kelas di SDN Sidokepung 1, Kecamatan Buduran, Kabupaten Sidoarjo ambrol pada Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 06.50 WIB. Beruntung, insiden tersebut tidak sampai menimpa siswa.
Pasca kejadian, ruang kelas yang terdampak langsung dinonaktifkan dari kegiatan belajar mengajar. Sementara itu, aktivitas siswa dipindahkan ke ruang perpustakaan sebagai solusi sementara.
Mendapat laporan tersebut, Bupati Sidoarjo Subandi, bersama jajaran Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) serta BPBD Sidoarjo langsung turun ke lokasi untuk melakukan peninjauan.
“Karena kerusakan ini membutuhkan penanganan segera, maka perbaikan plafon akan menggunakan anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT),” ujar Subandi saat meninjau lokasi, Sabtu (18/4/2026).
Tak hanya soal plafon ambrol, Bupati juga menerima laporan dari pihak sekolah terkait kekurangan ruang kelas. Saat ini, SDN Sidokepung 1 memiliki 13 rombongan belajar (rombel), sementara ruang kelas yang tersedia hanya mampu menampung 11 rombel.
“Kalau untuk pembangunan ruang kelas baru, kami sarankan tahun 2026 dilakukan perencanaan, dan realisasi pembangunannya bisa dilakukan pada 2027,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dikbud Sidoarjo, Tirto Adi, menegaskan bahwa perbaikan plafon akan diprioritaskan melalui anggaran BTT. Ia mengakui, pada APBD 2026 memang belum tersedia alokasi khusus untuk perbaikan di SDN Sidokepung 1.
“Usulan sebenarnya sudah ada, namun karena adanya efisiensi anggaran, tidak semua bisa terakomodasi. Salah satunya SDN Sidokepung 1 yang terdampak,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pada tahun 2026 terdapat sekitar 54 sekolah yang masuk dalam program perbaikan, dengan total anggaran mencapai Rp 46 miliar.
“Prosesnya sudah berjalan. Untuk paket yang ditenderkan sudah kami ajukan ke ULP. Saat ini tinggal menunggu pengumuman pemenang, penandatanganan kontrak, dan selanjutnya langsung dieksekusi,” jelasnya.
Kronologi Plafon Ambrol
Kepala SDN Sidokepung 1, Sri Wahyuni, menjelaskan bahwa sehari sebelum kejadian, Senin (13/4) malam, wilayah tersebut diguyur hujan deras. Kondisi plafon yang memang sudah rapuh diduga menjadi penyebab utama ambrolnya bagian atap tersebut.
“Pada saat kejadian, anak-anak sedang mengikuti apel pembiasaan bahasa Jawa. Alhamdulillah tidak ada korban,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa pihak sekolah sebenarnya sudah berinisiatif melakukan perbaikan beberapa bulan lalu dengan memanggil tukang. Namun, rencana tersebut urung dilakukan karena kondisi plafon dinilai terlalu berisiko.
“Tukang tidak berani kalau hanya perbaikan ringan, karena khawatir ambruk. Memang kondisinya sudah rapuh,” jelasnya.
Selain itu, Sri Wahyuni kembali menegaskan kebutuhan mendesak akan tambahan ruang kelas. Saat ini, jumlah siswa mencapai 346 orang yang terbagi dalam 13 rombongan belajar, sementara kapasitas ruang kelas masih terbatas.
“Dengan kondisi ini, kami sangat membutuhkan tambahan ruang kelas agar proses belajar bisa lebih optimal,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


