Advertisement
Pendidikan

UGM Perketat Pengawasan UTBK SNBT 2026 untuk Cegah Kecurangan dan Joki

UGM lakukan monitoring dan evaluasi UTBK SNBT 2026 dengan tingkat kehadiran 97,97 persen. Rektor UGM perketat pengawasan cegah kecurangan digital. Daya tampung jalur SNBT tahun ini 2.800 kursi. Peserta disabilitas difasilitasi khusus.

TIMES Indonesia,
UGM Perketat Pengawasan UTBK SNBT 2026 untuk Cegah Kecurangan dan Joki
Rektor UGM, Prof. Ova Emilia ketika meninjau UTBK SNBT 2026 (FOTO: Humas UGM for TIMES Indonesia)
A-AA+

YOGYAKARTA Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan monitoring dan evaluasi (monev) pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 di sejumlah lokasi ujian, Sabtu (25/4/2026), sebagai langkah memastikan ujian berlangsung tertib sekaligus mencegah kecurangan dan praktik perjokian.

Pemantauan diawali dari Balairung UGM dan dilanjutkan ke beberapa ruang ujian berbasis komputer di lingkungan kampus. Pimpinan universitas meninjau langsung kesiapan perangkat, sistem pengawasan, hingga kondisi peserta selama mengikuti ujian.

Advertisement

Pelaksanaan UTBK SNBT 2026 di UGM berlangsung pada 21–25 April dan 27 April 2026 dengan total 15.502 peserta. Ujian digelar dalam dua sesi per hari dengan kapasitas 1.452 peserta per sesi. UGM menyiapkan 14 lokasi dan 44 ruang ujian untuk mendukung kelancaran pelaksanaan. Tingkat kehadiran peserta tercatat mencapai 97,97 persen.

Rektor UGM, Prof. dr. Ova Emilia, M.Med.Ed., Ph.D., menyampaikan bahwa pelaksanaan UTBK tahun ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Ia menegaskan bahwa pengawasan diperketat sejak sebelum ujian dimulai guna mengantisipasi berbagai potensi kecurangan.

“Dengan perkembangan teknologi, potensi kecurangan semakin beragam. Karena itu, kami memperketat pemeriksaan peserta dan memastikan tidak ada barang yang dapat dimanfaatkan selama ujian,” ujarnya.

Menurut Ova, evaluasi berkelanjutan menjadi kunci dalam meningkatkan kualitas pelaksanaan UTBK. Setiap tahapan dirancang agar sesuai standar demi menjaga kredibilitas seleksi nasional.

Wakil Rektor Bidang Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. Dr. Wening Udasmoro, menambahkan bahwa daya tampung mahasiswa baru melalui jalur SNBT tahun ini sekitar 2.800 kursi atau 30 persen dari total penerimaan. Ia menegaskan jumlah tersebut relatif stabil dan tidak mengalami peningkatan signifikan.

Advertisement

“Informasi mengenai lonjakan penerimaan mahasiswa tidak benar dan perlu diluruskan,” tegasnya.

Wening juga menekankan pentingnya integritas dalam proses pendidikan. Ia menyebut pencegahan kecurangan harus dibarengi dengan kesadaran kolektif untuk menjunjung tinggi kejujuran.

Sementara itu, Direktur Direktorat Pendidikan dan Pengajaran UGM, Prof. dr. Gandes Retno Rahayu, menjelaskan bahwa kesiapan sistem menjadi faktor krusial dalam pelaksanaan UTBK berbasis komputer. UGM telah memperbarui sistem guna meminimalkan celah kecurangan serta memastikan stabilitas jaringan.

“Sistem dirancang lebih aman, dengan dukungan server dan jaringan yang telah melalui berbagai pengujian, termasuk mekanisme cadangan,” jelasnya.

Selain itu, UGM juga memastikan pelaksanaan UTBK berjalan inklusif. Peserta disabilitas difasilitasi sesuai kebutuhan, termasuk disabilitas tuli dan fisik, sementara peserta disabilitas netra mengikuti ujian di perguruan tinggi lain sesuai kebijakan panitia pusat.

Langkah ini menegaskan komitmen UGM dalam menghadirkan seleksi nasional yang adil, transparan, dan berintegritas. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia