Advertisement
Pendidikan

Darurat Anak Kecanduan Gadget, Ratusan Kasus di Kota Batu Terungkap

Kasus anak yang mengalami ketergantungan terhadap gawai atau gadget terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena penggunaan perangkat digital berlebihan dinilai dapat mengganggu tumbuh kembang anak.

TIMES Indonesia,
Darurat Anak Kecanduan Gadget, Ratusan Kasus di Kota Batu Terungkap
Ratusan kasus anak kecanduan gadget terungkap (ilustrasi) (FOTO: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Kasus anak yang mengalami ketergantungan terhadap gawai atau gadget terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena penggunaan perangkat digital berlebihan dinilai dapat mengganggu tumbuh kembang anak, kemampuan sosial, hingga kesehatan mental.

Pemerintah pusat sendiri telah mengambil langkah pengendalian melalui Surat Keputusan Bersama (SKB) tujuh menteri yang mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun serta pengawasan penggunaan gawai di lingkungan sekolah.

Advertisement

Di Kota Batu, persoalan serupa juga mulai terlihat. Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) melalui Pusat Pembelajaran Keluarga (PUSPAGA) mencatat jumlah anak yang mengalami kecanduan gadget terus bertambah.

Konselor PUSPAGA Bhakti Pertiwi Kota Batu, Lovita Siregar, S.Psi, mengatakan upaya pencegahan terus dilakukan melalui program psikoedukasi kepada keluarga mengenai penggunaan gawai yang sehat dan sesuai usia anak.

"Selain pencegahan, kami juga melakukan penanganan pengurangan risiko melalui konsultasi pengasuhan dan pendampingan tumbuh kembang anak yang melibatkan orang tua. Jika dari asesmen ditemukan dampak yang membahayakan diri sendiri atau orang lain, maka akan diarahkan ke psikiater dengan persetujuan orang tua," ujarnya, Senin (27/4/2026).

Ia mengungkapkan, pada periode 2022 hingga 2023 saja jumlah anak di Kota Batu yang terindikasi kecanduan gadget mencapai 261 anak. Angka itu diyakini terus meningkat hingga saat ini seiring semakin mudahnya akses perangkat digital.

"Nah, pengaturan penggunaan gadget harus disesuaikan dengan usia anak. Anak usia 0 sampai 2 tahun sebaiknya tidak diberikan gawai sama sekali," urainya.

Advertisement

Sementara usia 3 sampai 4 tahun dibatasi maksimal satu jam per hari, dan usia 5 tahun ke atas maksimal dua jam per hari.

"Batasi juga lokasi penggunaan gadget. Jangan biarkan anak bermain gawai di kamar, kamar mandi, toilet, atau dekat area berbahaya seperti kompor dan gas," katanya.

Selain membatasi durasi, orang tua juga diminta melarang anak menggunakan gadget saat berkendara, berada di tempat pengisian bahan bakar, maupun ketika sedang berkumpul bersama keluarga.

Dampak penggunaan gadget berlebihan bisa beragam, mulai dari keterlambatan bicara, gangguan perhatian, menurunnya kemampuan bersosialisasi, rendahnya kemampuan memecahkan masalah.

"Selain itu, meningkatnya perilaku impulsif, hingga menurunnya daya juang anak. Jika anak menggunakan gadget untuk hiburan lebih dari dua jam, lalu marah atau menangis saat diminta berhenti, itu bisa menjadi salah satu tanda kecanduan," jelasnya.

Apabila anak sudah masuk kategori kecanduan, orang tua diminta membuat aturan tegas mengenai waktu penggunaan gadget dan mendorong anak mengikuti aktivitas positif seperti olahraga, kegiatan sosial, permainan motorik, maupun menekuni hobi.

"Orang tua juga harus mengawasi pola tidur siang dan malam, termasuk jam bangun anak. Jika diperlukan, jangan ragu mencari bantuan profesional seperti psikolog, psikiater, atau pusat terapi tumbuh kembang," tegasnya.

Pemkot Batu berharap kesadaran keluarga dalam mengawasi penggunaan gadget dapat meningkat.

"Sehingga anak-anak tetap mampu memanfaatkan teknologi tanpa kehilangan masa tumbuh kembang yang sehat," tuturnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia