Advertisement
Pendidikan

SPMB Kota Batu 2026 Dikawal Ketat, Disdik Pastikan Keadilan untuk Semua Anak

Disdik Kota Batu memastikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 akan berjalan dengan prinsip jujur, terbuka, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

TIMES Indonesia,
SPMB Kota Batu 2026 Dikawal Ketat, Disdik Pastikan Keadilan untuk Semua Anak
Pembelajaran di salah satu SMP di Kota Batu (Ilustrasi). (Foto : Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)
A-AA+

BATU Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Batu memastikan proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 akan berjalan dengan prinsip jujur, terbuka, dan berpihak pada kepentingan masyarakat. 

Seluruh tahapan penerimaan siswa baru diklaim dirancang agar memberi kesempatan yang sama bagi setiap calon peserta didik.

Advertisement

Komitmen tersebut ditegaskan Kepala Dinas Pendidikan Kota Batu, Alfi Nurhidayat. Menurutnya, kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan sangat ditentukan dari bagaimana proses penerimaan murid baru dilaksanakan.

"Pelaksanaan SPMB yang berintegritas adalah kunci utama agar sistem ini benar-benar melayani kepentingan publik," ujarnya, Selasa (28/4/2026).

Mantan Kadis PUPR itu menambahkan, seluruh informasi penting telah dibuka sejak awal kepada masyarakat. Mulai dari jumlah kuota, jalur penerimaan, hingga kapasitas masing-masing sekolah dapat diakses secara jelas sehingga orang tua maupun calon siswa bisa memantau proses seleksi sejak awal.

"Semua informasi kami pastikan terbuka. Kuota tiap jalur dan daya tampung sekolah kami sampaikan secara jelas agar masyarakat mengetahui prosesnya," katanya.

Pada tahun ajaran ini, pendaftaran difokuskan untuk jenjang SMP Negeri di Kota Batu. Total tersedia 1.618 kursi yang tersebar di sembilan sekolah negeri.

Advertisement

Rinciannya, SMP Negeri 1 Batu, SMP Negeri 2 Batu, dan SMP Negeri 3 Batu masing-masing menyiapkan 320 kursi. SMP Negeri 4 Batu membuka 224 kursi, SMP Negeri 5 Batu sebanyak 96 kursi, SMP Negeri 6 Batu 192 kursi, serta SMP Negeri 7 Batu 96 kursi.

Sementara dua sekolah satu atap, yakni SMPN Satu Atap Gunungsari 04 dan SMPN Satu Atap Pesanggrahan 02, masing-masing menerima 25 siswa baru.

Tak hanya kuota, mekanisme penilaian dan perhitungan skor juga diumumkan secara rinci. Langkah ini dilakukan agar masyarakat tidak diliputi kebingungan maupun kecurigaan selama proses seleksi berlangsung.

"Untuk kriteria penilaian dan cara menghitung skor kami jelaskan secara terbuka. Orang tua bisa ikut memantau, tidak ada proses tertutup," jelasnya.

Dari sisi pengawasan, Disdik Kota Batu menyiapkan sistem kontrol berlapis. Pengawasan melibatkan dinas, sekolah, hingga masyarakat luas. Warga juga diminta aktif melapor jika menemukan dugaan pelanggaran.

"Ada ruang pengaduan yang kami siapkan. Jika ada indikasi kecurangan, silakan laporkan dan akan kami tindak tegas," tegas dia.

SPMB 2026 juga disebut lebih ramah bagi seluruh kalangan. Pemerintah menyiapkan jalur khusus bagi anak berkebutuhan khusus melalui sekolah inklusif maupun Sekolah Luar Biasa (SLB).

"Untuk keluarga kurang mampu, jalur afirmasi tetap dibuka dengan syarat administrasi yang sah," bebernya.

Sedangkan pada jalur domisili, pemerintah berupaya menjaga pemerataan agar siswa di kawasan pinggiran tetap memperoleh akses pendidikan yang setara.

"Kami ingin sistem domisili tetap adil, terutama bagi anak-anak yang tinggal di daerah dengan jumlah sekolah terbatas. Bahkan pembagian kuota sudah kami petakan sampai tingkat RW," ungkapnya.

Sebelumnya, Dinas Pendidikan Kota Batu juga telah menggelar sosialisasi SPMB jenjang SD dan SMP Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan itu ditujukan bagi kepala sekolah, orang tua, serta masyarakat agar memahami aturan baru, jalur pendaftaran, dan persyaratan calon siswa.

Selain mencegah salah informasi, sosialisasi juga menjadi langkah antisipasi terhadap praktik curang serta menyiapkan sekolah agar proses penerimaan berjalan tertib dan profesional.

"Kami ingin kepercayaan masyarakat terhadap sekolah dan pemerintah semakin kuat. Anak dari latar belakang apa pun harus memiliki peluang yang sama untuk belajar. Pendidikan harus menjadi alat pemerataan, bukan memperlebar kesenjangan," tuturnya.(*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Galih Rakasiwi
PenulisGalih RakasiwiBergabung dengan TIMES Indonesia sejak Februari 2026 dan bertugas di Malang Raya dan sekitarnya. Meliput berbagai isu baik politik, hukum, humaniora, teknologi, bisnis dan peristiwa yang bersifat lokal, nasional, dan internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia