Advertisement
Pendidikan

Hardiknas 2026, IPM Tertinggi di Ciayumajakuning Majalengka Hadapi Tantangan Ribuan Anak Tidak Sekolah

Di tengah capaian membanggakan sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di wilayah Ciayumajakuning, Kabupaten Majalengka justru dihadapkan pada tantangan serius: masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang menembus le

TIMES Indonesia,
Hardiknas 2026, IPM Tertinggi di Ciayumajakuning Majalengka Hadapi Tantangan Ribuan Anak Tidak Sekolah
Pemkab Majalengka menggelar peringati Hardiknas 2026. (FOTO: Jaja Sumarja/TIMES Indonesia)
A-AA+

MAJALENGKA Di tengah capaian membanggakan sebagai daerah dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di wilayah Ciayumajakuning, Kabupaten Majalengka justru dihadapkan pada tantangan serius: masih tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang menembus lebih dari 10 ribu jiwa.

Momentum Hari Pendidikan Nasional 2026 yang digelar di Lapangan GGM Majalengka, Sabtu (2/5/2026), menjadi panggung refleksi atas capaian sekaligus pekerjaan rumah besar di sektor pendidikan.

Advertisement

Bupati Majalengka, H. Eman Suherman, dalam amanatnya menegaskan bahwa kemajuan pendidikan harus berjalan seiring dengan pemerataan akses bagi seluruh anak.

"IPM Majalengka tahun 2026 mencapai 71,37, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya dan tertinggi di Ciayumajakuning. Ini menunjukkan investasi pendidikan mulai membuahkan hasil,” ujarnya 

Namun di balik capaian tersebut, data menunjukkan sebanyak 10.374 anak di Majalengka belum mengakses pendidikan formal pada tahun ajaran 2025/2026. Kondisi ini menjadi sorotan utama pemerintah daerah.

"Tidak boleh ada lagi anak Majalengka yang tidak bersekolah. Ini adalah tanggung jawab bersama," tegasnya.

Sejumlah indikator pendidikan turut menunjukkan tren positif, di antaranya Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang meningkat menjadi 7,81 dari sebelumnya 7,53 pada 2024. 

Advertisement

Selain itu, Angka Partisipasi Murni (APM) juga tercatat tinggi di berbagai jenjang, seperti PAUD 90,90 persen, SD/MI 90,79 persen, dan SMP/MTs 85,92 persen.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, memastikan pihaknya akan menindaklanjuti arahan Bupati dengan memperkuat strategi penanganan ATS melalui pendekatan "jemput bola".

"Kami akan memperluas sinergi lintas sektor untuk memastikan anak-anak yang putus sekolah bisa kembali mengakses pendidikan, baik formal maupun nonformal," ujarnya.

Sementara itu, Ketua Dewan Pendidikan Kabupaten Majalengka, Iman Pramudiya, menilai capaian IPM yang tinggi patut diapresiasi, namun penanganan ATS membutuhkan langkah yang lebih sistematis dan kolaboratif.

"Persoalan ini tidak bisa diselesaikan pemerintah saja. Perlu keterlibatan masyarakat, dunia usaha, hingga tokoh lokal untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dari akses pendidikan," katanya.

Ia juga mendorong optimalisasi jalur pendidikan nonformal dan program kesetaraan sebagai solusi alternatif bagi anak-anak yang tidak dapat kembali ke sekolah formal.

Dengan capaian dan tantangan tersebut, peringatan Hardiknas 2026 di Majalengka menjadi penanda penting bahwa pembangunan pendidikan tidak hanya soal angka, tetapi juga tentang memastikan setiap anak memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan meraih masa depan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Jaja Sumarja
PenulisJaja SumarjaSMA. Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum dan kriminal, pemerintahan, pendidikan, seni, budaya serta isu lainnya
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia