Hardiknas 2026,Kemenag Bondowoso dan Pegiat Literasi Luncurkan Buku Potret Pendidikan
Kemenag Bondowoso bersama pegiat literasi meluncurkan sebuah buku yang mengangkat potret pendidikan.
Bondowoso – Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas 2026) di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Bondowoso, pada Sabtu (2/4/2025) tidak hanya sekedar agenda seremonial biasa.
Dalam momen itu, Kemenag Bondowoso bersama pegiat literasi meluncurkan sebuah buku yang mengangkat potret pendidikan. Peluncuran dipimpin langsung Kepala Kantor Kemenag Bondowoso, Dr. Moh Ali Masyhur, bersama Ketua Griya Literasi Bondowoso (GLB) Dianna Ummijathie, S.Pd., M.Pd.
Buku tersebut berjudul ‘Meneguhkan Jiwa Mendidik Anak Bangsa’: Nulis Bersama Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso. Merupakan bunga rampai yang juga melibatkan guru hingga mahasiswa.
Moh Ali Masyhur menjelaskan, dalam momentum Hardiknas 2026, Kementerian Agama Kabupaten Bondowoso melaunching sebuah buku yang memotret beberapa realitas pendidikan. Menurutnya, buku itu juga sebagai ikhtiar nyata menguatkan budaya literasi di lingkungan pendidikan.
“Ini menjadi ruang sinergi antara pemerintah dan komunitas literasi untuk menumbuhkan tradisi berpikir, membaca, dan menulis secara lebih hidup dan bermakna,” katanya.

Ia juga mengapresiasi bahwa peran penggiat literasi menjadi energi penting dalam menggerakkan kesadaran kolektif akan pentingnya literasi di tengah masyarakat.
Sebab kata dia, menulis bukan sekadar aktivitas, tetapi wujud tanggung jawab intelektual dalam membangun peradaban. Dari tulisan lahir pemikiran dan dari pemikiran tumbuh perubahan yang membawa kemajuan.
Melalui kegiatan ini lanjut dia, ASN, guru, penyuluh, pelajar, dan seluruh penggiat literasi didorong untuk terus produktif berkarya, memperkuat ekosistem literasi, serta menjadikan tulisan sebagai media penyebar nilai, pengetahuan dan inspirasi.
“Mari menulis bersama, menyulam ide, meneguhkan makna, dan menggerakkan perubahan,” imbaunya.
Menurutnya, pendidikan memiliki peran strategis dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Oleh karena itu, diperlukan kolaborasi semua pihak, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan secara berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa peluncuran buku ini bukan sekadar seremoni, melainkan bagian dari upaya membangun budaya literasi di lingkungan pendidikan.
Ia berharap, ke depan akan semakin banyak karya serupa yang lahir dari para guru dan tenaga kependidikan.
“Dengan membaca dan menulis, kita tidak hanya mewariskan ilmu, tetapi juga membangun peradaban,” tegasnya.
Dikonfirmasi terpisah, Ketua Griya Literasi Bondowoso (GLB), Dianna Ummijathie, S.Pd., M.Pd menjelaskan, dalam rangka Hardiknas, sangat urgen untuk melihat kembali sejarah bahwa pendidikan itu adalah hak semua warga.
Menurutnya, guru harus menjadi teladan, pembimbing dan pendorong setiap anak untuk maju dan berkembang.
“Untuk inilah perlu menggali pemikiran guru melalui tulisan tentang pendidikan yang bermutu dan bermakna untuk siswa,” katanya.
Penulisan buku ini lanjut dia, juga dilatarbelakangi dorongan kuat untuk meningkatkan literasi guru agar tetap terjaga dan semakin meningkat.
Selain itu kata dia, juga untuk menumbuhkembangkan pemikiran kritis dan inovatif terhadap program Kementerian Agama tentang Kurikulum Berbasis Cinta dan Ekoteologi.
Ia berharap penulisan buku ini menjadi motivasi dalam mengembangkan literasi madrasah berbasis lingkungan dan berbasis cinta. "Serta untuk menstimulasi guru agar senantiasa produktif dan berkarya,” jelas perempuan yang juga guru madrasah tersebut.
Menurutnya, buku dengan tema 'Meneguhkan Jiwa Mendidik Anak Bangsa' itu melibatkan sebanyak 37 penulis. Terdiri dari Kepala Kemenag Bondowoso, Guru madrasah/sekolah, pengawas, kepala sekolah/madrasah dan mahasiswa.
“Ini untuk memperkuat, mengokohkan tekad serta panggilan hati, terutama pendidik, dalam membimbing, mengajar, dan membentuk karakter siswa generasi penerus bangsa,” tegas Ketua Fornas LENTERA Kabupaten Bondowoso tersebut. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

