Advertisement
Pendidikan

Rayakan Hardiknas, Siswa PKBM Mandiri Cerdas Tegalombo Pacitan Sulap Lahan Sekolah Jadi Kebun Sawi

PKBM Mandiri Cerdas Tegalombo merayakan Hardiknas 2026 dengan mengolah lahan kosong jadi kebun sawi produktif, mengajarkan life skill, kewirausahaan, dan semangat belajar tanpa batas usia.

TIMES Indonesia,
Rayakan Hardiknas, Siswa PKBM Mandiri Cerdas Tegalombo Pacitan Sulap Lahan Sekolah Jadi Kebun Sawi
Warga belajar PKBM Mandiri Cerdas Tegalombo sedang fokus menanam sawi dalam rangka Hardiknas. (Foto: Giyarti for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 di PKBM Mandiri Cerdas Tegalombo, Pacitan, dirayakan dengan cara berbeda. Alih-alih sekadar seremonial, para siswa memilih turun langsung ke lahan sekolah dan menyulapnya menjadi kebun sawi produktif sebagai bagian dari pembelajaran berbasis lingkungan dan kewirausahaan.

Kegiatan yang berlangsung Minggu (3/5/2026) itu dipusatkan pada pengolahan lahan kosong di area sekolah. Salah satu yang paling menonjol adalah semangat Ahmad Muslimin, siswa kelas VIII Paket B, yang di usia 26 tahun tetap antusias mengikuti pendidikan kesetaraan sembari mengasah keterampilan bertani.

Advertisement

Bagi Ahmad, belajar tak pernah dibatasi usia. Ia justru melihat kesempatan itu sebagai jalan untuk menambah pengetahuan sekaligus bekal hidup.

"Kami belajar memanfaatkan lahan terbatas agar menjadi lebih produktif. Ini adalah bukti bahwa belajar bisa dilakukan siapa saja tanpa memandang usia, asalkan ada kemauan," ujarnya di sela kegiatan.

Pemilihan tanaman sawi bukan tanpa alasan. Selain masa panennya relatif singkat, komoditas tersebut juga memiliki peluang pasar yang cukup baik. Melalui praktik sederhana itu, siswa diajak memahami proses budidaya hingga melihat potensi ekonomi dari hasil pertanian.

Pembimbing Lapangan PKBM Mandiri Cerdas, Anik, mengatakan kegiatan tersebut memang dirancang sebagai bagian dari pembelajaran life skill bagi peserta didik.

"Kami ingin lulusan PKBM Mandiri Cerdas memiliki bekal keterampilan nyata. Apa yang dilakukan Ahmad menjadi inspirasi bagi lingkungan sekitar bahwa pendidikan kesetaraan mampu mencetak individu yang produktif dan inovatif," jelasnya.

Advertisement

Menurut dia, pendidikan kesetaraan tidak hanya berfokus pada capaian akademik, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar mampu mandiri setelah menyelesaikan pendidikan.

Program pemanfaatan lahan sekolah itu juga memberi warna baru bagi lingkungan belajar. Area yang sebelumnya kosong kini mulai tertata menjadi kebun hijau yang produktif.

Ke depan, PKBM Mandiri Cerdas berkomitmen terus mengembangkan pembelajaran praktik serupa. Harapannya, semangat Hardiknas tak berhenti pada peringatan tahunan, tetapi benar-benar diterjemahkan dalam aksi nyata yang memberi manfaat langsung bagi siswa dan lingkungan sekitar. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia