Dari Kelas ke Lapangan, Guru SDN 1 Nglaran Nahkodai Tim Sepak Bola O2SN Tulakan Pacitan
Penunjukan itu memantik optimisme baru, mengingat Kidung bukan hanya pendidik di ruang kelas, tetapi juga bagian dari staf pelatih Perspa Pacitan.
PACITAN – Kidung Jalu Pratondo, guru SDN 1 Nglaran, Kecamatan Tulakan Kabupaten Pacitan, dipercaya menakhodai tim sepak bola Kecamatan Tulakan pada ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2026.
Penunjukan itu memantik optimisme baru, mengingat Kidung bukan hanya pendidik di ruang kelas, tetapi juga bagian dari staf pelatih Perspa Pacitan.
Nama Kidung belakangan memang cukup dikenal di lingkungan pendidikan dan olahraga Kabupaten Pacitan.
Di sela tugasnya mengajar, guru muda tersebut aktif terlibat dalam pembinaan sepak bola melalui Persatuan Sepak Bola Pacitan (Perspa).
Kini, pengalaman itu dibawanya untuk memoles skuad Tulakan dalam kompetisi pelajar paling bergengsi tingkat daerah.
Kepercayaan yang diberikan kepada Kidung mendapat dukungan penuh dari pihak sekolah.
Kepala SDN 1 Nglaran, Agus Tri Wahono, menilai kiprah Kidung menjadi bukti bahwa seorang guru mampu memberi kontribusi lebih luas, tak sebatas mendidik di dalam kelas.
“Kami memberikan apresiasi setinggi-tingginya serta dukungan penuh kepada saudara Kidung Jalu Pratondo,” ujar Agus Tri Wahono, Senin (4/5/2026).
"Beliau adalah sosok teladan yang menunjukkan bahwa guru harus kreatif dan mampu menggali potensi siswa di berbagai bidang," sambungnya.
Menurut Agus, keterlibatan guru dalam pembinaan olahraga menjadi nilai tambah bagi sekolah. Selain mengangkat nama lembaga pendidikan, hal itu juga membuka ruang bagi lahirnya bibit-bibit atlet muda yang potensial.
Harapan besar pun disematkan kepada tim Kecamatan Tulakan pada O2SN tahun ini. Dengan pengalaman kepelatihan yang dimiliki Kidung di Perspa, pihak sekolah meyakini tim memiliki peluang tampil kompetitif.
“Harapan kami tentu sangat besar. Semoga tim sepak bola Kecamatan Tulakan dapat tampil maksimal dan membawa pulang piala di ajang O2SN 2026 ini," harapnya.
"Ini bukan sekadar tentang menang atau kalah, tapi bagaimana semangat juang dan disiplin yang diajarkan Pak Kidung bisa tertanam pada diri anak-anak didik kita,” lanjut Agus.
Ia menambahkan, kehadiran tenaga pendidik yang aktif di organisasi olahraga resmi seperti Perspa diharapkan mampu mendorong pembinaan atlet usia dini di Pacitan semakin terarah.
Terutama di wilayah Tulakan, yang selama ini dikenal memiliki potensi besar di cabang sepak bola pelajar.
Kini perhatian publik tertuju pada penampilan tim Tulakan di O2SN 2026. Strategi racikan Kidung Jalu Pratondo dinanti untuk membawa kejutan, sekaligus mengharumkan nama Kecamatan Tulakan di level kabupaten hingga provinsi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


