Advertisement
Pendidikan

Madin Sekarpurwa Arroyyan Jadi Benteng Pendidikan Adab Siswa SDN 2 Purwoasri Pacitan

Madrasah Diniyah (Madin) Sekarpurwa Arroyyan kini menjadi salah satu penguat pendidikan karakter di SDN 2 Purwoasri Kabupaten Pacitan.

TIMES Indonesia,
Madin Sekarpurwa Arroyyan Jadi Benteng Pendidikan Adab Siswa SDN 2 Purwoasri Pacitan
Kegiatan siswa SDN 2 Purwoasri Pacitan belajar Al-Quran di Madrasah Diniyah (Foto: Arif Setyo Adi for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Madrasah Diniyah (Madin) Sekarpurwa Arroyyan kini menjadi salah satu penguat pendidikan karakter di SDN 2 Purwoasri Kabupaten Pacitan.

Program pendidikan keagamaan yang digelar usai jam belajar formal itu dinilai efektif membentuk adab, akhlak, dan kedisiplinan siswa sejak dini di tengah derasnya tantangan era digital.

Advertisement

Di sekolah yang berada di Desa Purwoasri tersebut, Madin tak sekadar menjadi pelengkap kegiatan belajar.

Kehadirannya justru menjadi ruang pembinaan karakter yang dirancang untuk menyeimbangkan kecerdasan intelektual dengan fondasi spiritual.

Kepala SDN 2 Purwoasri mengatakan, program ini lahir dari kegelisahan banyak pihak terhadap menurunnya perhatian pada pendidikan adab di kalangan anak-anak.

“Kami ingin mencetak lulusan yang seimbang. Di pagi hari mereka belajar ilmu umum, siang harinya di Sekarpurwa Arroyyan mereka memperdalam ilmu agama. Fokus utama kami adalah adab, karena adab berada di atas ilmu,” ujarnya, Senin (4/5/2026).

Menurutnya, pendidikan agama di usia dasar menjadi pondasi penting agar siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat saat tumbuh di tengah perubahan zaman yang serba cepat.

Advertisement

Dampak program itu juga dirasakan langsung para guru di kelas formal. Salah seorang guru kelas di sekolah tersebut menyebut ada perubahan nyata dalam perilaku siswa sejak aktif mengikuti kegiatan Madin.

“Ada perbedaan signifikan pada kedisiplinan dan cara siswa berinteraksi. Mereka jadi lebih menghormati guru dan menghargai teman. Karakter adab Islami yang diajarkan di MADIN sangat membantu kami dalam mengelola kelas sehari-hari,” ungkapnya.

Pembelajaran di MADIN Sekarpurwa Arroyyan sendiri dikemas dengan pendekatan yang dekat dengan dunia anak. Tidak melulu membaca kitab atau hafalan, para pengajar lebih menekankan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.

Seorang guru MADIN menjelaskan, materi yang diberikan diarahkan pada pembentukan akidah sekaligus praktik akhlakul karimah.

“Target kami adalah pembentukan aqidah yang lurus dan akhlakul karimah. Kami mengajarkan bagaimana mereka bersikap kepada orang tua, tetangga, hingga menjaga lingkungan. Ini adalah investasi jangka panjang untuk SDM Desa Purwoasri agar memiliki integritas,” jelasnya.

Respons positif juga datang dari para siswa. Zaki, siswa kelas 5, mengaku menikmati kegiatan belajar selepas sekolah tersebut.

“Seru belajar di Madin Sekarpurwa Arroyyan. Selain belajar ngaji, Bapak Guru sering cerita kisah Nabi yang mendidik. Saya jadi tahu cara berdoa dan sopan santun yang benar,” katanya sambil tersenyum.

Bagi banyak orang tua di wilayah Kebonagung, keberadaan Madin ini menjadi jawaban atas kebutuhan pendidikan terpadu. Anak-anak tetap bisa mendapat bekal agama yang kuat tanpa harus jauh-jauh mondok di usia dini.

Langkah yang dijalankan SDN 2 Purwoasri ini dinilai bisa menjadi contoh bagi sekolah lain di Kabupaten Pacitan untuk memperkuat pendidikan karakter melalui jalur keagamaan.

Di tengah derasnya arus digitalisasi, ikhtiar menjaga adab sejak dini menjadi investasi penting bagi lahirnya generasi yang cerdas sekaligus berakhlak. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia