Advertisement
Pendidikan

Kado Hardiknas, Siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik Juara Robotika di Malaysia

Siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik, Abyan Nabil Kurniawan, sukses meraih juara dua lomba robotika di Malaysia yang diikuti 1.300 peserta dari 6 negara.

TIMES Indonesia,
Kado Hardiknas, Siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik Juara Robotika di Malaysia
Abyan saat merakit robot didampingi guru dan pendamping. (Foto: Akmal/TIMES Indonesia)
A-AA+

Gresik Momen Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) menjadi kado istimewa bagi dunia pendidikan di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Seorang siswa sekolah dasar berhasil mengharumkan nama daerah setelah meraih prestasi dalam ajang lomba robotika internasional di Malaysia.

Siswa tersebut adalah Abyan Nabil Kurniawan dari SD Muhammadiyah GKB 2 (Berlian School). Dalam kompetisi robotika yang digelar pada 24–26 April 2026 tersebut, Abyan sukses meraih juara kedua. Ia mengaku bangga dapat membawa nama baik sekolah dan daerah di level mancanegara.

Advertisement

Ketertarikan Abyan pada dunia robotika sudah muncul sejak usia taman kanak-kanak (TK). Minat tersebut terus diasah hingga akhirnya mampu mengantarkannya meraih prestasi internasional.

"Belajar utak-atik robot dibimbing ayah sejak TK," ungkap Abyan saat ditemui di sekolahnya, Senin (4/5/2026).

Ajang bergengsi ini diikuti sekitar 1.300 peserta dari enam negara, yakni Thailand, Malaysia, Indonesia, Jepang, Singapura, dan Turki. Prestasi ini menambah deretan portofolio internasional Abyan, yang mana pada Desember 2025 lalu ia juga terpilih mewakili Indonesia dalam ajang All Japan Robot Sumo di Jepang.

Kepala SD Muhammadiyah GKB 2, Farikha, mengungkapkan rasa bangganya atas capaian tersebut. Ia menyebut prestasi ini menjadi kado istimewa yang bertepatan dengan peringatan Hardiknas sekaligus milad sekolah.

“Alhamdulillah, ini menjadi prestasi membanggakan di tingkat internasional. Kami memberikan dukungan penuh dan berharap ini menjadi inspirasi bagi siswa lainnya untuk terus mengembangkan potensi, khususnya di bidang teknologi robotika,” ujar Farikha.

Advertisement

Farikha menambahkan, ekstrakurikuler robotika di sekolahnya cukup diminati. Saat ini, sekitar 60 siswa atau 10 persen dari total jumlah siswa aktif mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, robotika sangat efektif untuk melatih pola pikir dan logika anak sejak dini.

Senada dengan hal tersebut, pelatih robotika, Rizki Kurniawan, menjelaskan bahwa tahap awal pembelajaran difokuskan pada penumbuhan minat. Siswa dikenalkan dengan pemrograman sederhana (coding) serta perakitan komponen dasar.

“Setelah minat terbentuk, mereka akan merasa senang dan termotivasi untuk mendalami aspek teknik yang lebih kompleks,” jelas Rizki. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Akmalul Azmi
PenulisAkmalul AzmiSarjana Ilmu Komunikasi Universitas Trunojoyo Madura (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan isu internasional.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia