Melalui Secangkir Cerita, Fakultas Vokasi UB Bangun Ruang Aman Bagi Kesehatan Mental Mahasiswa
Fakultas Vokasi (FV) Universitas Brawijaya (UB) melalui Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) menggelar program bertajuk "Satu Cangkir, Seribu Cerita". Program ini dirancang sebagai wadah berbagi cerita bagi mahasiswa da
MALANG – Fakultas Vokasi (FV) Universitas Brawijaya (UB) melalui Unit Layanan Terpadu Kekerasan Seksual dan Perundungan (ULTKSP) menggelar program bertajuk "Satu Cangkir, Seribu Cerita". Program ini dirancang sebagai wadah berbagi cerita bagi mahasiswa dan dosen guna meningkatkan kesadaran akan pentingnya kesehatan mental melalui pendekatan yang santai dan hangat.
Melalui pertemuan santai antara dosen dengan mahasiswa dengan ditemani secangkir kopi, program perdana ini mengajak para peserta untuk saling mendengarkan dan merangkul satu sama lain dalam sebuah "ruang aman" (safe space).
Ketua ULTKSP Vokasi, Susilowati, S.Sos, M.AB menegaskan bahwa kesehatan mental adalah fondasi utama dalam menciptakan lingkungan kampus yang sehat dan bebas dari tekanan negatif.
“Prioritas ULTKSP adalah kesehatan mental dan keamanan psikologis. Saat ini kita sedang membangun benteng pertahanan terhadap potensi stres berat, perundungan, maupun isolasi diri,” ujarnya di sela kegiatan, Sabtu (2/5/2026).
Ia pun menekankan bahwa kegiatan yang digelar bukan sekadar duduk melingkar dan minum kopi, tetapi sebuah langkah preventif. Dengan menyediakan ruang di mana mahasiswa merasa didengarkan tanpa penghakiman.
Susilowati turut menyampaikan rencana keberlanjutan program ini.
Pertama, yaitu Deteksi Dini Masalah Psikologis, dimana melalui obrolan santai, pihak fakultas dan ULTKSP dapat lebih mudah merangkul mahasiswa yang mungkin sedang memendam masalah berat namun ragu untuk melapor melalui jalur formal.
Kedua, adalah Menormalisasikan 'Curhat' yang Sehat. Susilowati menegaskan bahwa mencari bantuan atau sekadar berbagi cerita bukanlah tanda kelemahan, melainkan sebuah kekuatan untuk bangkit kembali.
Selanjutnya adalah pentingnya Kolaborasi Lintas Lini. ULTKSP mendukung penuh inisiatif pimpinan fakultas karena sinergi antara dosen dan unit layanan akan mempercepat penanganan jika ditemukan kasus yang membutuhkan pendampingan profesional.
Sementara itu, Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, San Rudiyanto SE., MSA., Ak., menyampaikan bahwa program ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat dukungan emosional di lingkungan kampus.
“Kegiatan ini akan menjadi ruang aman bagi mahasiswa untuk menjaga kesehatan mental mereka,” ujarnya.
Ia pun berharap, melalui program ini dapat meningkatkan komunikasi antar sivitas akademika FV UB.
Dalam momentum tersebut, Sekretaris Departemen Bisnis & Hospitality, Fitriana Rakhma Dhanias., SE., MSA., Ak., turut memberikan motivasi mengenai ketangguhan dalam menghadapi tantangan hidup. Ia mengajak untuk terus percaya bahwa ujian menjadi bagian dari kehidupan.
“Orang yang mau naik kelas pasti menghadapi ujian. Kita harus yakin bahwa kita mampu melewatinya. Tuhan tidak pernah salah menempatkan posisi hamba-Nya," tambahnya di hadapan peserta.
Kegiatan ini juga menekankan konsep penerimaan sebagai kunci ketenangan jiwa. Penderitaan hadir sebagai hasil dari rasa sakit yang sulit diterima. Dengan memperluas rasa ikhlas dan penerimaan terhadap setiap cobaan, beban emosional akan terasa lebih ringan karena setiap musibah diyakini memiliki tujuan baik di baliknya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


