Advertisement
Pendidikan

Jumat Berkah SDN 1 Pagerkidul Pacitan, Cara Sekolah Menanamkan Empati Lewat Aksi Berbagi Sembako

SDN 1 Pagerkidul Pacitan rutin gelar Jumat Berkah berbagi sembako, tanamkan empati dan kepedulian sosial siswa melalui aksi nyata membantu warga kurang mampu.

TIMES Indonesia,
Jumat Berkah SDN 1 Pagerkidul Pacitan, Cara Sekolah Menanamkan Empati Lewat Aksi Berbagi Sembako
SDN1 Pagerkidul Pacitan konsisten menggelar program rutin Jumat Berkah dengan menyalurkan paket sembako kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah. (Foto: Muhtar As'ad for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN SDN 1 Pagerkidul, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan, konsisten menanamkan empati kepada siswanya lewat program rutin Jumat Berkah Berbagi Sembako. Kegiatan yang digelar setiap bulan itu bukan sekadar aksi sosial, melainkan cara sekolah membentuk karakter peduli sejak dini melalui keterlibatan langsung siswa dalam berbagi kepada warga kurang mampu di sekitar sekolah.

Program ini sudah berjalan sejak 2023 dan terus dipertahankan hingga sekarang. Dalam setiap pelaksanaannya, keluarga besar sekolah menyiapkan paket sembako berisi kebutuhan pokok rumah tangga seperti minyak goreng, gula pasir, teh, hingga mi instan.

Advertisement

Paket bantuan kemudian disalurkan langsung kepada warga yang membutuhkan. Guru bersama perwakilan siswa turun mendatangi rumah penerima, sehingga anak-anak tidak hanya belajar tentang kepedulian di dalam kelas, tetapi juga menyaksikan langsung makna berbagi di tengah masyarakat.

Kepala SD Negeri 1 Pagerkidul, Sri Mukti Puji Astutik, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari upaya sekolah menanamkan nilai-nilai karakter yang sejalan dengan penguatan Profil Pelajar Pancasila.

“Kami ingin anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kepekaan sosial. Melalui Jumat Berkah ini, kami mengajarkan bahwa kebahagiaan sejati ada pada saat kita bisa memberi manfaat bagi orang lain,” ujarnya, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, keberlangsungan kegiatan ini tak lepas dari dukungan seluruh warga sekolah. Mulai dari guru, siswa, hingga wali murid ikut ambil bagian menjaga program tetap berjalan konsisten.

“Antusiasme seluruh warga sekolah menjadi kekuatan utama. Dukungan itu yang membuat kegiatan ini bisa terus eksis sampai sekarang,” imbuhnya.

Advertisement

Respons positif juga datang dari masyarakat sekitar. Kehadiran guru dan siswa yang menyerahkan bantuan secara langsung dinilai mampu mempererat hubungan antara sekolah dengan warga.

Di tengah kondisi harga bahan pokok yang kerap berfluktuasi, bantuan tersebut cukup membantu meringankan kebutuhan sehari-hari penerima manfaat.

Lebih dari sekadar berbagi sembako, SD Negeri 1 Pagerkidul menunjukkan bahwa sekolah dasar juga bisa menjadi ruang pembelajaran nilai-nilai kemanusiaan secara nyata. Dari kegiatan sederhana yang dilakukan rutin setiap bulan, benih empati ditanamkan sejak dini agar tumbuh menjadi karakter kuat pada diri para siswa. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia