Advertisement
Pendidikan

Di SDN 2 Klepu Sudimoro Pacitan, Salat Berjamaah Kadang Berujung Cari Sandal

Pembiasaan salat berjamaah di SDN 2 Klepu Pacitan penuh cerita lucu, mulai sandal tertukar, mukena terbalik hingga sarung melorot, namun jadi momen belajar ibadah yang berkesan.

TIMES Indonesia,
Di SDN 2 Klepu Sudimoro Pacitan, Salat Berjamaah Kadang Berujung Cari Sandal
Siswa-siswi SDN 2 Klepu melaksanakan salat Dhuhur berjamaah di lingkungan sekolah. (FOTO: Priyo Bagus Prillistanto for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN Pembiasaan salat berjamaah di SDN 2 Klepu, Kecamatan Sudimoro, Kabupaten Pacitan menghadirkan banyak cerita unik dari para siswa.

Di tengah suasana ibadah yang khusyuk, tingkah polos anak-anak justru kerap memancing tawa.

Advertisement

Mulai sandal hilang usai salat, mukena dipakai terbalik, hingga sarung melorot saat rakaat berlangsung menjadi pemandangan yang hampir setiap hari ditemui guru.

Fenomena sandal tertukar paling sering terjadi. Saat iqamah berkumandang, siswa bergegas masuk saf dan melepas sandal seadanya. Seusai salat, mereka sibuk mencari alas kaki masing-masing.

Tak jarang ada siswa yang akhirnya kembali ke kelas memakai sandal berbeda warna karena sulit menemukan miliknya.

“Tadi berangkat pakai sandal biru, kok pulangnya jadi kuning sebelah,” ujar salah satu siswa sambil tertawa bersama teman-temannya.

Di barisan putri, beberapa siswi juga kerap tak sadar memakai mukena terbalik karena terburu-buru masuk saf. Sementara di saf putra, sarung yang melorot menjadi tantangan tersendiri saat rukuk dan sujud.

Advertisement

Kepala SDN 2 Klepu Kusmiatin, mengatakan suasana seperti itu menjadi bagian dari proses anak belajar ibadah dan kebersamaan.

“Saya sangat bangga dengan siswa-siswi saya yang begitu antusias dengan adanya pembiasaan keagamaan ini. Memang ada saja dramanya, mulai dari sandal yang mendadak hilang sampai mukena yang miring-miring, tapi justru di situlah letak prosesnya,” katanya, Rabu (6/5/2026).

Menurut dia, sekolah sengaja membangun suasana ibadah yang santai dan menyenangkan agar anak-anak terbiasa menjalankan sholat tanpa merasa terpaksa.

“Dengan adanya kegiatan ini, banyak siswa-siswi yang mengenal indahnya kebersamaan. Kami ingin mereka ingat bahwa salat itu menenangkan, dan kenangan-kenangan lucu di sekolah ini akan menjadi cerita indah saat mereka dewasa nanti,” tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia