Advertisement
Pendidikan

Hati Bersalam, Cara SDN 2 Widoro Pacitan Perkuat Karakter Religius Siswa

SDN 2 Widoro Pacitan membangun karakter religius siswa lewat program Hati Bersalam dengan hafalan surat pendek, doa harian, Asmaul Husna, dan kajian Islami setiap pagi.

TIMES Indonesia,
Hati Bersalam, Cara SDN 2 Widoro Pacitan Perkuat Karakter Religius Siswa
Siswa SDN 2 Widoro mengikuti pembiasaan pagi dengan melantunkan Asmaul Husna dan hafalan surat pendek di lingkungan sekolah. (FOTO: Hermin Yustiana for TIMES Indonesia)
A-AA+

PACITAN SDN 2 Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan punya cara sederhana menanamkan karakter religius kepada siswanya. Melalui program pembiasaan pagi bertajuk Hati Bersalam, siswa diajak mengawali hari dengan hafalan surat pendek, doa harian, hingga kajian Islami.

Kegiatan yang digelar rutin setiap Rabu dan Kamis itu membuat suasana sekolah terasa berbeda. Sebelum bel masuk berbunyi, lantunan Asmaul Husna dan hafalan ayat suci Al-Qur’an terdengar dari koridor sekolah.

Advertisement

Hati Bersalam merupakan akronim dari Hafalan Rutin Bersama dan Kajian Islami. Program ini dirancang untuk membentuk lingkungan belajar yang religius, tertib, sekaligus melatih kemandirian siswa.

Dalam pelaksanaannya, siswa secara mandiri melafalkan hafalan surat pendek, doa harian, serta Asmaul Husna. Kegiatan juga dilengkapi kajian Islami ringan yang disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak-anak.

Kepala SDN 2 Widoro, Dian Hendibuan, mengatakan program tersebut menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter peserta didik.

“Kami berharap kegiatan Hati Bersalam menjadi langkah sederhana namun bermakna dalam membentuk karakter religius peserta didik. Melalui pembiasaan hafalan dan kajian Islami setiap pagi, anak-anak tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, dan santun dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, kecerdasan akademik harus berjalan beriringan dengan penguatan spiritual, terutama di tengah tantangan perkembangan zaman.

Advertisement

Manfaat program itu mulai terlihat dari meningkatnya hafalan siswa serta tumbuhnya kebiasaan positif di lingkungan sekolah.

Guru Pendidikan Agama Islam SDN 2 Widoro, Evi Nur Mitayani, menilai pendekatan belajar agama yang dikemas ringan membuat siswa lebih antusias.

“Kegiatan ini menjadi sarana yang menyenangkan bagi siswa untuk belajar agama sejak pagi hari. Anak-anak terlihat sangat semangat menghafal doa, surat pendek, dan memahami nilai-nilai Islami sederhana yang dapat langsung mereka terapkan,” katanya.

Melalui program ini, SDN 2 Widoro terus memperkuat pendidikan karakter dengan membiasakan nilai-nilai religius sejak dini. Sekolah berharap kebiasaan tersebut terbawa hingga kehidupan sehari-hari siswa di rumah maupun lingkungan masyarakat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Yusuf Arifai
PenulisYusuf ArifaiMagister Ilmu Hukum (MH) Universitas Slamet Riyadi Surakarta, Wartawan Madya Nomor 21969-Unitomo/Wdya/DP/X/2024/21/10/93, Editor Bahasa Arab dan Penulis di TIMES Indonesia yang bergabung sejak 2021.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia