Advertisement
Pendidikan

SPMB SMP di Sleman 2026 Resmi Disosialisasikan, Jalur Domisili Tetap Jadi Prioritas

Di sistem penerimaan tahun ini, Pemkab Sleman tetap mengutamakan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat.

TIMES Indonesia,
SPMB SMP di Sleman 2026 Resmi Disosialisasikan, Jalur Domisili Tetap Jadi Prioritas
Kabid Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Sleman, Ponidi (FOTO: A Tulung/TIMES Indonesia)
A-AA+

SLEMAN Pemerintah Kabupaten Sleman (Pemkab Sleman) melalui Dinas Pendidikan mulai mematangkan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP Tahun 2026.

Sosialisasi kebijakan penerimaan siswa digelar pada Kamis (7/5/2026) sebagai upaya memastikan proses seleksi berjalan transparan, adil, dan tepat sasaran.

Advertisement

Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan Sleman, Ponidi, SPd, MM, menjelaskan bahwa sistem penerimaan tahun ini tetap mengutamakan pemerataan akses pendidikan bagi masyarakat Sleman.

Menurutnya, jalur domisili masih menjadi komponen utama dalam penerimaan siswa baru dengan alokasi minimal 40 persen dari total daya tampung sekolah negeri.

“Tujuannya agar siswa mendapatkan akses sekolah yang lebih dekat dengan tempat tinggal sehingga memudahkan pengawasan dan mendukung efektivitas pembelajaran,” ujar Ponidi.

Dalam skema terbaru, jalur domisili dibagi menjadi dua kategori, yaitu domisili radius dan domisili wilayah.

Jalur radius menggunakan sistem pemetaan digital untuk menghitung jarak rumah calon siswa ke sekolah secara otomatis, sedangkan jalur wilayah diperuntukkan bagi siswa dalam cakupan administrasi kalurahan tertentu.

Advertisement

Selain itu, calon peserta didik diwajibkan telah tercatat sebagai warga Sleman minimal satu tahun sebelum proses pendaftaran berlangsung.

Jalur Afirmasi Beri Ruang bagi Kelompok Rentan

Dinas Pendidikan Sleman juga tetap memberikan perhatian kepada siswa dari kelompok rentan melalui jalur afirmasi dengan kuota maksimal 20 persen.

Sebanyak 15 persen kuota disediakan bagi siswa dari keluarga kurang mampu yang terdaftar dalam basis data kesejahteraan sosial daerah dan memiliki Kartu Keluarga Miskin (KKM).

Sementara 5 (lima) persen lainnya diperuntukkan bagi penyandang disabilitas.

Calon siswa berkebutuhan khusus diwajibkan mengikuti asesmen di RSUD Sleman atau RSUD Prambanan selama Mei 2026.

Asesmen dilakukan agar sekolah dapat menyiapkan fasilitas serta pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan peserta didik.

“Asesmen ini penting untuk memastikan sekolah mampu memberikan layanan belajar yang tepat bagi siswa berkebutuhan khusus,” jelas Ponidi.

Jalur Prestasi dan Mutasi Tetap Dibuka

Sementara itu, jalur prestasi mendapatkan kuota sebesar 35 persen. Jalur ini diperuntukkan bagi siswa yang memiliki capaian akademik maupun non-akademik, termasuk peserta dengan nilai gabungan minimal 245.

Selain nilai akademik, siswa yang pernah meraih prestasi dalam ajang resmi seperti OSN, O2SN, dan FLS2N tingkat nasional pada periode 2023-2026 juga dapat mengikuti seleksi melalui jalur prestasi.

Adapun jalur mutasi memperoleh kuota 5 (lima) persen bagi siswa yang mengikuti perpindahan tugas orang tua ke wilayah Sleman maupun Daerah Istimewa Yogyakarta.

Seluruh proses pendaftaran dilakukan secara online melalui laman resmi sleman.spmb.id guna meningkatkan transparansi serta meminimalkan potensi kecurangan dalam penerimaan siswa baru.

Pendaftaran dijadwalkan berlangsung sepanjang Juni 2026. Jalur prestasi khusus dibuka pada 9-10 Juni, dilanjutkan jalur radius dan afirmasi pada 17-18 Juni, kemudian jalur prestasi umum serta domisili wilayah pada akhir Juni.

Dinas Pendidikan Sleman mengimbau orang tua menyiapkan dokumen sejak awal dan tidak menunggu hingga batas akhir pendaftaran untuk menghindari kendala teknis saat proses berlangsung. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

A. Tulung
PenulisA. TulungSarjana Peternakan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Tahun 2006 dan Magister Manajemen Universitas Teknologi Yogyakarta (2017). Bergabung di TIMES Indonesia sejak 2019. Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta Meliput berbagai topik, termasuk politik, hukum, sains, seni, budaya dan pemerintahan.
Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp TIMES Indonesia