Batik Karang Lestari Karya Siswa SDN 2 Widoro, Angkat Pesona Pesisir Pacitan
Kreativitas siswa-siswi SDN 2 Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan melahirkan karya batik khas yang sarat nilai lokal.
PACITAN – Kreativitas siswa-siswi SDN 2 Widoro, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Pacitan melahirkan karya batik khas yang sarat nilai lokal.
Melalui kegiatan kokurikuler, mereka mengembangkan Batik Karang Lestari, motif batik yang terinspirasi dari bentang alam pesisir Pacitan.
Karya ini menjadi upaya sekolah mengenalkan kekayaan budaya sekaligus menanamkan kecintaan terhadap daerah sejak usia dini.
Motif yang dihadirkan memvisualisasikan liukan ombak, gugusan karang laut, hingga ragam biota laut yang selama ini menjadi bagian dari identitas pesisir Pacitan.

Di ruang belajar yang disulap menjadi studio kecil, para siswa tampak serius menorehkan warna di atas kain putih. Jemari-jemari mungil itu bergerak hati-hati mengikuti pola yang telah dibuat.
Bagi mereka, membatik bukan sekadar aktivitas seni. Proses tersebut menjadi pengalaman mengenal lebih dekat lingkungan tempat mereka tumbuh.
Program ini juga memberi manfaat lebih luas bagi peserta didik. Selain melatih ketelitian dan kesabaran, kegiatan membatik dinilai mampu menumbuhkan rasa percaya diri serta membangun kemandirian anak.
Kepala SDN 2 Widoro Dian Hendibuan mengatakan sekolah memiliki tanggung jawab menanamkan kesadaran budaya kepada generasi muda.
“Melalui Batik Karang Lestari, kami ingin menanamkan kepada anak-anak bahwa budaya lokal adalah kekayaan yang harus dijaga dan dibanggakan,” ujarnya, Jumat (8/5/2026).
"Kami berharap kegiatan ini dapat menjadi wadah kreativitas sekaligus mengenalkan identitas daerah kepada generasi muda," imbuh Dian.
Menurutnya, pendekatan kreatif seperti membatik membuat siswa lebih mudah memahami makna pelestarian budaya karena mereka terlibat langsung dalam proses penciptaannya.
Guru pendamping kegiatan, Hermin Yustiana, menilai antusiasme siswa sangat tinggi sejak program ini dimulai.
“Anak-anak sangat antusias mengikuti kegiatan ini karena mereka dapat belajar membatik sambil mengenal kekayaan alam pesisir di sekitar tempat tinggal mereka.
Dari sini siswa belajar bahwa budaya dapat dikembangkan menjadi karya yang indah dan bernilai,” jelasnya.
Ia menyebut, lingkungan sekitar menjadi sumber inspirasi yang tak pernah habis untuk dijadikan media pembelajaran.
Lahirnya Batik Karang Lestari menunjukkan inovasi pendidikan tak selalu harus hadir lewat teknologi canggih.
Dari selembar kain dan pewarna, siswa-siswi di sekolah pesisir ini belajar merawat akar budaya mereka sendiri.
Melalui goresan motif yang mereka ciptakan, SDN 2 Widoro sedang menanam benih generasi yang tak hanya cakap secara akademik, tetapi juga memiliki kebanggaan kuat terhadap warisan lokal Pacitan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


