Jelang Idul Adha, Siswa Gresik Praktik Penyembelihan Hewan Kurban
Siswa SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik gelar simulasi salat Id dan praktik penyembelihan hewan kurban sebagai bagian dari pembelajaran karakter dan kepedulian sosial.
Gresik – Menjelang Idul Adha, ratusan siswa di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, mengikuti praktik penyembelihan hewan kurban. Tak hanya itu, para siswa juga diajak melakukan simulasi salat Id serta menunaikan amalan-amalan yang dianjurkan dalam memperingati Hari Raya Idul Adha.
Suasana lapangan SD Muhammadiyah GKB 2 Gresik pada Jumat (8/5/2026) pagi diatur layaknya suasana Idul Adha sungguhan. Para siswa tampak duduk rapi sembari melantunkan takbir bersama sebelum pelaksanaan simulasi salat Id dimulai.
Salah satu guru pembimbing, Rijalul Fikri, mengajak para siswa memahami makna Idul Adha sebagai bentuk ketaatan dan kepedulian terhadap sesama.
“Pada momentum ini, mari kita memperbanyak zikir, mengucapkan syukur melalui tahmid dan takbir,” ujarnya di sela kegiatan.
Menurut Rijalul, kegiatan simulasi ini merupakan bagian dari pembiasaan ibadah sekaligus pembelajaran karakter bagi siswa.
“Tujuan kegiatan ini adalah melatih pembiasaan salat Idul Adha dua rakaat serta mengenalkan makna kurban melalui praktik langsung,” imbuhnya.
Usai simulasi salat, para siswa menyaksikan proses penyembelihan tiga ekor kambing yang telah disiapkan pihak sekolah. Dengan pendampingan guru dan panitia, siswa memperhatikan setiap tahapan, mulai dari penyembelihan hingga pengolahan daging kurban.
Sejumlah siswa tampak antusias mengikuti proses tersebut. Ada yang penasaran memperhatikan tata cara penyembelihan sesuai syariat, hingga bertanya kepada guru mengenai esensi berkurban.
Kepala SD Muhammadiyah GKB 2, Farikha, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dirancang agar siswa dapat merasakan langsung atmosfer Idul Adha sekaligus memahami nilai di balik ibadah kurban.
“Alhamdulillah, tahun ini sekolah dapat melaksanakan simulasi salat Idul Adha, penyembelihan tiga ekor kambing, sekaligus pengolahan daging kurban. Ini menjadi bagian dari pembelajaran nyata bagi siswa,” kata Farikha.
Menurutnya, pembelajaran tidak cukup hanya melalui teori di dalam kelas. Anak-anak perlu melihat dan mengalami langsung agar nilai-nilai yang diajarkan lebih meresap dan mudah dipahami.
“Dari sini, anak-anak belajar tentang ibadah, kepedulian sosial, dan semangat berbagi,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


