Siap Melesat Menjadi Perguruan Tinggi Kelas Dunia, Unisma Tambah Tiga Guru Besar
Universitas Islam Malang (Unisma) resmi menambah pakar akademiknya dengan mengukuhkan tiga guru besar terbaru, yaitu Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. (Kepakaran Fisiologi Tumbuhan),
MALANG – Universitas Islam Malang (Unisma) resmi menambah pakar akademiknya dengan mengukuhkan tiga guru besar terbaru, yaitu Prof. Dr. Ir. Hj. Istirochah Pujiwati, M.P. (Kepakaran Fisiologi Tumbuhan), Prof. Dr. Apt Yudi Purnomo, M.Kes. (Kepakaran Biomedik Farmasi), dan Prof. Dr. Dwi Susilowati, S.P., M.P (Kepakaran Pengembangan Masyarakat Agribisnis), Sabtu (9/5/2026).
Ketiganya merupakan guru besar ke-25, 26, dan 27 Unisma dan sejak awal sudah meniti karir di Unisma. Melalui pengukuhan ini, Unisma membuktikan bahwa kompetensi sivitas akademika Unisma unggul dan semakin siap untuk menjadi perguruan tinggi kelas dunia.
Rektor Unisma, Prof. Junaidi menyebut selama masa kepemimpinannya di kampus hijau tersebut, ia menargetkan jumlah guru besar Unisma bertambah hingga 10 persen dari total jumlah dosen.
“Jumlah dosen kita saat ini 370, sehingga kita sebenarnya menargetkan 37 guru besar hingga akhir jabatan saya yaitu dua tahun kedepan” ujarnya di sela kegiatan.
Tak hanya berdasar pada angka, Unisma juga turun langsung dalam mendukung kebutuhan sivitas akademika dalam proses menuju Guru Besar. Seperti memberikan intensif publikasi, pendampingan melalui LPPM, dan kebutuhan lainnya, yang terpenting bagi Unisma adalah sivitas akademika mereka dapat terus berkarya.
“Wes berkaryao terus, masalah kebutuhan publikasi nanti kami sediakan,” tambah Prof. Junaidi.
Prof. Junaidi juga menargetkan setiap program studi (prodi) dapat memiliki guru besar. Saat ini, prodi dengan jumlah guru besar terbanyak adalah Fakultas Pertanian. Ia turut menekankan, apabila menggunakan standar fakultas, guru besar Unisma sudah cukup merata.
Nantinya, para guru besar akan lebih banyak berkontribusi dalam menjalankan misi Unisma dalam menjadi perguruan tinggi kelas dunia, melalui publikasi, riset, dan jurnal-jurnal tingkat internasional.
Selain melalui pengukuhan tiga guru besar, langkah Unisma dalam mengejar misi juga dibuktikan melalui kegiatan-kegiatan internasional. Terbaru, Unisma telah menjalin kerja sama dengan Sinjan University melalui skema joint degree bagi mahasiswa akhir. Setelah wisuda, nantinya mahasiswa akan melanjutkan bekerja di Taiwan.
Prof. Junaidi juga menambahkan bahwa hari ini, Unisma berhasil memberangkatkan dua mahasiswa Fakultas Peternakan untuk belajar langsung bersama pakar peternakan di Kaohsiung Medical University, Taiwan melalui program Taiwan Experiential Education Program (TEEP).
“Dalam mendorong langkah kami, Unisma rutin melaksanakan program-program internasionalisasi, termasuk bekerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


