DPRD Banjarnegara: Ironis Meja Kursi di SD Negeri Desa Berprestasi Tingkat Nasional Rusak Parah
Fasilitas SDN Sijenggung Banjarnegara memprihatinkan: meja kursi reyot, papan tulis dan WC tak layak. DPRD dan kades desak pemda segera benahi demi pemerataan kualitas pendidikan.
BANJARNEGARA – Anggota DPRD Banjarnegara Wahju Djatmika SE mengaku prihatin usai melihat dari dekat kondisi fasilitas pendidikan di SD Negeri Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu yang notabene satu - satunya sekolah negeri di desa berprestasi tingkat nasional.
"Kemarin, kami langsung ke lokasi bersama kepala desa setelah mendapat laporan warga, siswa sekolah tersebut mengeluh tidak nyaman saat mengikuti kegiatan belajar mengajar lantaran kursinya pada reyot. Ya nyatanya, meja kursi di tiga kelas sudah rusak parah," ungkapnya, Rabu (12/5/2026).
Kunjungan mendadak ini dilakukan usai melakukan kegiatan pendidikan politik masyarakat dan peningkatan demokrasi bersama KPU dan Bawaslu Banjarnegara di Desa Sijenggung, Desa Digital, Selasa (11/5/2026).

Kerusakan kata Wahju Djatmika tidak hanya pada kursi, sarana lain seperti papan tulis dan WC/kamar mandi siswa juga sudah tidak layak dan harus segera dibenahi.
"Bahkan ruang perpustakaan dapat disebut tidak representatif dan harus mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah. Perlu diingat, bahwa pendidikan dasar adalah merupakan pondasi bagi negara menuju Indonesia Emas," tegasnya.
Baginya, kerusakan sarana pendidikan di SD Negeri Sijenggung merupakan potret buram dunia pendidikan dasar di pedesaan, khususnya di Banjarnegara.
Karena masih banyak sekolah yang senasib. Namun anehnya justru anggaran pendidikan dikurangi saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) bergulir.
Sebagai wakil rakyat, Ia berjanji akan terus menyuarakan hal ini agar ke depan sarana dan prasarana fital di sekolah - sekolah dasar mendapat perhatian serius dari stakeholder terkait. Baginya, pemerataan kualitas pendidikan harus menjadi komitmen bersama.
Sebagai catatan, bahwa Desa Sijenggung itu sebagai pilot projek Desa Anti Korupsi di Jawa Tengah, juara lomba desa tingkat nasional, juara provinsi lomba PPID Tranparansi Publik dan Desa Cantik.
Senada juga disampaikan oleh Suyono, selaku Kepala Desa Sijenggung. "Kerusakan meja kursi di sekolah tersebut jelas akan mengganggu kenyamanan siswa dalam belajar. Kursinya yang rusak parah harus dijajar berhimpitan biar tidak roboh," katanya.

Ia juga mengaku kecewa, karena sekolah ini kurang mendapat perhatian padahal jumlah siswanya cukup banyak 160 siswa. Suyono pun menyampaikan kerusakan dan kebutuhan mendesak ke pihak dinas instansi terkait.
"Informasi yang kami dapat dari dewan guru, sekolah ini belum dapat mengajukan pengadaan mebeler tahun ini," kata Suyono.
Suyono juga mengaku sedih, saat desanya meraih juara nasional dan sering mewakili Banjarnegara mengikuti lomba di tingkat provinsi dll, kondisi sekolah dasar negeri satu - satunya malah tidak mendapat perhatian.
Suyono juga menyampaikan rencana ke depan, pihak desa akan menghibahkan (status pakai) kantor kepala desa lama untuk mendukung sarana olahraga termasuk perpustakaan di SD Negeri Sijenggung, Kecamatan Banjarmangu Kabupaten Banjarnegara. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu!
Klik 👉 Channel TIMES Indonesia
Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.


